
batampos – Kabar gembira bagi warga Batam yang gemar berinvestasi atau mengoleksi perhiasan emas. Menjelang akhir Oktober 2025, harga emas kembali menunjukkan tren penurunan setelah beberapa waktu bertahan tinggi.
Pantauan di Toko Banda Baru harga emas 24 karat kini berada di kisaran Rp 2,2 juta per gram turun tipis dibandingkan sehari sebelumnya.
“Untuk akhir bulan ini cenderung turun sedikit-sedikit. Baik yang 24 karat, jenis 916, 750, maupun 700,” ujar salah satu penjual emas, Jumat (31/10).
Baca Juga: Disnaker Batam Dorong Peningkatan Serapan Tenaga Kerja Melalui Kolaborasi dan Investasi Baru
Ia menyebut, penurunan harga ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa harga emas masih bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi pasar dan pergerakan nilai tukar global.
Berdasarkan data harian di Toko Banda Baru, harga logam mulia bersertifikat tercatat Rp 2.152.000 per gram untuk harga jual dan Rp 2.141.000 per gram untuk harga beli.
Penurunan juga terjadi pada emas perhiasan berbagai kadar. Untuk emas 24 karat dengan berat di bawah 4 gram, harga jual turun dari Rp 2.301.000 menjadi Rp 2.279.000 per gram.
Sedangkan emas kadar 916 kini dijual Rp 2.237.000 per gram, turun dari Rp 2.258.000 sebelumnya.
Sementara untuk buyback atau jual kembali, harga emas 24 karat berada di kisaran Rp 2,1 juta per gram.
“Kalau untuk jual balik memang beda-beda tergantung kadar dan kondisi barang. Tapi sejauh ini masih stabil,” tambah penjual tersebut.
Baca Juga: Rencana Perjalanan Haji 2026 Resmi Ditetapkan, Jemaah Kepri Dijadwalkan Berangkat Mulai 22 April
Penurunan harga ini disambut antusias oleh masyarakat Batam, terutama menjelang akhir bulan yang kerap menjadi momen bagi sebagian warga untuk berbelanja perhiasan.
“Kalau turun begini, biasanya pembeli mulai ramai lagi. Banyak yang beli cincin atau kalung kecil untuk simpanan,” ujar penjual lainnya.
Meski belum signifikan, penurunan harga emas ini memberi sinyal positif bagi pasar ritel perhiasan di Batam. Pelaku usaha berharap tren ini dapat bertahan, setidaknya hingga memasuki awal November. (*)
Reporter: Azis Maulana



