Senin, 19 Januari 2026

General Cargo Naik 18 Persen, Batam Kian Kokoh Sebagai Hub Logistik Nasional

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar. Foto. Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Sektor logistik Batam kembali menunjukkan performa impresif. Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat, aktivitas bongkar muat kargo umum atau general cargo di seluruh pelabuhan Batam melonjak signifikan selama periode Januari-September 2025.

Kinerja ini memantapkan posisi Batam bukan hanya sebagai pintu ekspor-impor, tetapi juga sebagai simpul distribusi domestik. Dalam periode sembilan bulan tersebut, total volume general cargo menembus 8,6 juta ton, naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut, pertumbuhan dua digit di sektor general cargo mencerminkan ketahanan dan meningkatnya daya saing logistik Batam. “Dominasi kargo domestik dalam pertumbuhan ini menandakan bahwa Batam telah berperan nyata sebagai pusat distribusi regional yang efisien,” ujarnya, Selasa (4/11).

Lonjakan paling mencolok terjadi pada aktivitas bongkar muat untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Volume kargo domestik tumbuh hingga 25 persen, melampaui proyeksi awal yang dipatok di kisaran 10 persen. “Kenaikan ini menunjukkan geliat industri dan perdagangan antarwilayah yang semakin aktif,” kata dia.

Sektor industri makanan dan bahan bangunan menjadi dua kontributor terbesar dalam peningkatan kargo domestik itu. Banyak perusahaan manufaktur di Batam kini memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk mengirimkan produk dan bahan baku ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Amsakar menjelaskan, dua pelabuhan utama: Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Batu Ampar, menjadi kontributor terbesar dalam pencapaian ini. Terminal Kabil menyumbang porsi terbesar untuk pengiriman bahan baku industri dan energi, sementara Batu Ampar mendominasi kargo umum non-curah.

“Sinergi antara terminal dan operator pelabuhan membuat proses bongkar muat semakin cepat dan efisien. Kami juga terus memperkuat digitalisasi sistem kepelabuhanan agar semua layanan bisa terintegrasi,” katanya.

Selain itu, peningkatan kinerja general cargo juga diikuti oleh naiknya aktivitas logistik lintas provinsi. Batam kini tak hanya menghubungkan jalur industri ekspor-impor, tetapi juga jalur distribusi antar daerah di wilayah barat Indonesia.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menambahkan, arus barang domestik menjadi indikator penting dalam mengukur daya tahan ekonomi. “Kita melihat pola baru, di mana logistik domestik mengalami percepatan yang bahkan lebih cepat daripada kargo ekspor. Ini tren positif bagi ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan logistik domestik juga sejalan dengan strategi BP Batam menjadikan kota ini sebagai regional supply chain hub. Peningkatan efisiensi dan kapasitas pelabuhan dinilai memberi multiplier effect bagi industri dan sektor jasa transportasi laut.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara BP Batam, lembaga pemeriksaan dan karantina (CIQP), serta operator logistik. “Koordinasi yang baik menjadi kunci. Kita bekerja bersama memastikan kelancaran arus barang tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kepabeanan,” tambahnya.

Pertumbuhan di sektor kargo umum juga mendorong optimisme akan target kinerja logistik 2025 yang dipatok BP Batam. Dengan tren pertumbuhan dua digit sejak awal tahun, total volume kargo diproyeksikan dapat menembus 11 juta ton hingga akhir tahun ini. (*)

Reporter: Arjuna

Update