Minggu, 18 Januari 2026

BP Batam Siapkan Solusi Permanen Atasi Krisis Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna

batampos– BP Batam tengah menyiapkan langkah permanen untuk mengatasi persoalan air bersih yang masih kerap dikeluhkan warga, terutama di wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengakui bahwa pelayanan air di sejumlah titik belum sepenuhnya lancar seperti yang diharapkan masyarakat. Ia bahkan turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan berdialog dengan warga.

“Sesekali waktu di malam hari saya juga main ke sana, warga masih menyampaikan cerita tentang masalah air itu,” katanya, Rabu (5/11).

Pada Selasa sebelumnya, dia memenuhi janji untuk meninjau langsung kawasan terdampak bersama jajaran terkait, antara lain Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Direktur Fasling dan SPAM, Iyus Rusmana, serta perwakilan dari SPAM dan Air Batam Hilir (ABH).

BACA JUGA: BP Batam Anggarkan Rp98 Miliar untuk Atasi Krisis Air di Batu Merah dan Tanjung Sengkuang

Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa sejumlah tandon yang sudah dibangun di beberapa titik tidak cukup kuat mendorong air ke wilayah dataran tinggi. Akibatnya, aliran air hanya lancar di kawasan bawah.

“Problem di lapangan, tandon yang ada tidak cukup kuat tendangan airnya untuk wilayah dataran tinggi. Karena itu pelanggan di wilayah atas meminta solusi alternatif,” ujar Amsakar.

Tim teknis BP Batam telah menyiapkan pengaturan tekanan agar distribusi air lebih seimbang antara kawasan bawah dan atas. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah optimalisasi pasokan dari tangki seribu atau tangki ozon.

“Kalau tangki seribu itu dimasukkan air seperti sedia kala, InsyaAllah di seputaran Batu Ampar ini akan selesai masalahnya,” katanya.

Namun, pihak Air Batam Hilir menyampaikan bahwa kondisi kini berbeda dibanding sebelumnya karena adanya penambahan pelanggan sekitar 80 ribu kepala keluarga. Hal itu membuat distribusi air perlu dikelola lebih hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan di wilayah lain.

“Kalau kita push betul aliran air ke satu titik, bisa jadi di wilayah lain seperti Lubuk Baja akan terganggu. Inilah upaya yang sudah maksimal kita lakukan,” ujar dia.

Sebagai langkah jangka panjang, BP Batam berencana membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru pada awal tahun 2026. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam tiga bulan setelah dimulai.

“Upaya permanen yang akan kita lakukan adalah dengan membangun IPA di awal tahun. Dana yang disiapkan cukup besar, dan harapan saya ini betul-betul menjadi solusi bagi permasalahan warga,” kata Amsakar. (*)

Reporter: Arjuna

Update