Minggu, 25 Januari 2026

Bayi Prematur Tewas, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Ibu Hamil

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi

batampos – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka di Kampung Bintang, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji. Tangis keluarga pecah sejak kabar meninggalnya bayi prematur milik Al (25) diterima pada Kamis (13/11) dini hari. Bayi kedua Al, yang lahir pada 7 November dalam kondisi prematur, menghembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam.

Keluarga dan tetangga terlihat berkumpul untuk memberikan dukungan kepada Al dan kerabat terdekat. Kepergian sang bayi menjadi pukulan berat, terlebih karena kehamilan tersebut sempat terganggu akibat dugaan penganiayaan yang dialami ibu korban beberapa minggu sebelumnya. Situasi ini menambah kesedihan mendalam bagi keluarga besar yang masih terpukul dengan kejadian tersebut.

Kasus ini berawal dari tindakan penganiayaan yang terjadi pada 28 Oktober malam. Ky, kekasih Al, datang ke rumah korban di kawasan ruli Kampung Bintang bersama kekasih barunya. Mereka mendobrak pintu rumah dan langsung melakukan kekerasan terhadap Al yang tengah hamil tujuh bulan. Aksi brutal tersebut membuat kondisi kandungan Al terganggu.

Tidak hanya Al yang menjadi korban, bayi perempuan pertama Al juga turut menjadi sasaran penganiayaan oleh Ky dan pasangan barunya. Kedua korban mengalami luka akibat serangan tersebut. Kondisi Al semakin memburuk sehingga harus melahirkan bayinya secara prematur pada 7 November.

Setelah dilahirkan, bayi tersebut mendapatkan perawatan intensif di RSUD Embung Fatimah. Namun kondisinya tidak stabil. Meski tim medis berupaya memberikan penanganan maksimal, nyawa sang bayi tidak tertolong pada Kamis dini hari. Keluarga meyakini peristiwa penganiayaan menjadi salah satu penyebab utama kondisi kritis sang bayi.

Tidak terima dengan rangkaian kekerasan tersebut, keluarga Al melalui Heribertus resmi melapor ke Mapolsek Batuaji. “Kami sebagai keluarga sangat terpukul. Kami ingin proses hukum berjalan dan para pelaku bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan,” ujar Heribertus. Ia menambahkan bahwa keluarga berharap kasus ini tidak diabaikan mengingat dampaknya sudah merenggut nyawa bayi yang baru lahir.

Wakapolsek Batuaji, Iptu Ridho, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian tengah menelusuri dan mendalami kasus ini untuk memastikan seluruh pelaku dapat diproses sesuai hukum. Polsek Batuaji menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus yang menelan korban jiwa ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update