
batampos – Selama satu semester terakhir, Kampung Tua Bakau Serip—yang juga dikenal sebagai Desa Wisata Mangrove Pandang Tak Jemu—mengalami perubahan besar yang tidak hanya terlihat, tetapi juga terasa.
Destinasi mangrove yang selama ini identik dengan suasana tenang dan alami kini memasuki babak baru di era digital setelah mendapatkan pendampingan melalui program Serip 360° – Penguatan Branding, Digitalisasi Promosi, dan Aktivasi Kampanye Wisata Digital Berbasis Partisipasi Komunitas, sebuah inisiatif unggulan Center of Excellence in Business Innovation & Entrepreneurship (Bizhub Polibatam).
Program yang berlangsung dari 2 Juni hingga 2 Desember 2025 ini dirancang sebagai pendampingan jangka panjang berbasis komunitas. Tidak hanya memberi pelatihan, Tim Bizhub membangun ekosistem digital desa secara holistik—mulai dari identitas merek, strategi promosi, produksi konten, hingga tata kelola digital Pokdarwis.
Pada tahap awal, tim Bizhub Polibatam bersama mahasiswa PBL CDIO Semester 3 & 5 Prodi Administrasi Bisnis Terapan bekerja sama dengan Pokdarwis merumuskan identitas merek baru desa wisata. Proses kreatif ini melahirkan logo resmi, narasi merek, elemen visual, dan panduan branding lengkap yang kini menjadi acuan utama promosi destinasi.
Selain itu, tim juga mengembangkan katalog digital desa wisata multibahasa—Indonesia, Inggris, dan Mandarin—serta mendampingi aktivasi berbagai kanal digital desa. Pendekatan ini membuat Kampung Tua Bakau Serip kini memiliki citra digital yang lebih modern dan mudah diakses wisatawan.
Inovasi digital semakin terasa melalui implementasi QR Trail dan signage interaktif yang dipasang di titik-titik strategis desa wisata.
Ketua Bizhub Polibatam, Mutia Ulfah, S.E., M.M., CPM (Asia) menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang bagi desa wisata.
Pengelola Pokdarwis, Gari Dafit Semet, merasakan langsung dampak positif program ini. (adv)
Reporter: Suprizal Tanjung



