
batampos – BP Batam kembali melakukan aksi pembersihan gulma di Waduk Duriangkang pada Selasa (18/11), menyusul meningkatnya tekanan ekologis yang dialami waduk terbesar di Kota Batam tersebut.
Melalui Badan Usaha SPAM dan Fasling, pembersihan difokuskan pada penanganan eceng gondok serta putri malu yang dalam beberapa pekan terakhir terus menutupi permukaan air.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut, langkah ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi upaya strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem waduk. Pertumbuhan gulma yang tidak terkendali dapat mengganggu sirkulasi air, mengurangi kadar oksigen, hingga berpotensi menurunkan kualitas air baku.
Dia menjelaskan, Waduk Duriangkang memegang peran vital dalam penyediaan air bersih di Batam. Dengan cakupan luas wilayah tangkapan airnya, waduk ini menjadi tumpuan utama bagi sistem SPAM.
“Maka, ketika gulma mulai mendominasi permukaan, itu menjadi sinyal penting bahwa kondisi ekosistem sedang tertekan,” katanya.
Gulma air seperti ecng gondok cenderung berkembang cepat terutama pada musim-musim tertentu. Jika tidak dikendalikan, tanaman tersebut dapat membentuk hamparan tebal yang menghambat cahaya matahari menembus permukaan air. Kondisi itu memicu penurunan kualitas air serta mempercepat proses pendangkalan.
Selain dampak ekologis, keberadaan gulma juga mengganggu operasional pengolahan air karena menyulitkan proses pengambilan air baku. Hal inilah yang mendorong BP Batam untuk mengintensifkan pembersihan secara berkala, termasuk dengan mengerahkan personel khusus dari SPAM dan Fasling yang rutin memantau kondisi waduk.
Aksi pembersihan sebelumnya juga telah dilakukan di dua waduk lain, yakni Waduk Tembesi dan Rempang, sebagai bagian dari upaya menyeluruh menjaga stabilitas pasokan air di seluruh Batam. Tuty menyebut, tekanan ekologis tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan dapat muncul di berbagai waduk tergantung kombinasi faktor cuaca, lingkungan, dan aktivitas manusia.
Pmeliharaan ekosistem waduk tidak bisa hanya bergantung pada intervensi teknis. Edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan waduk tetap sehat.
“Kami mengajak seluruh komponen daerah dan masyarakat untuk terlibat merawat waduk-waduk yang menjadi sumber air kita,” katanya.
Ia menilai, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga daerah tangkapan air masih perlu diperkuat. Aktivitas di sekitar waduk, termasuk pembuangan limbah dan perubahan tutupan lahan, turut mempengaruhi tingkat kesuburan air dan mempercepat pertumbuhan gulma.
Melalui aksi pembersihan ini, BP Batam berharap dapat menstabilkan kondisi ekologis waduk sekaligus memastikan kualitas air baku tetap terjaga. (*)
Reporter: Arjuna



