
batampos – Warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 1, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam, kembali menyuarakan keluhan lama, gangguan air yang berlangsung hampir satu dekade. Aliran air yang kecil hingga mati total setiap hari membuat ratusan kepala keluarga kesulitan menjalani aktivitas dasar, mulai dari mandi hingga mencuci.
Ketua RT 01 RW 16, Addi Sugiarto, mengatakan gangguan air terjadi pada jam-jam sibuk, sejak pagi hingga malam.
“Dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam itu airnya gangguan. Kadang keluarnya kecil, kadang tak keluar sama sekali. Itu sudah berjalan sejak saya tinggal di situ delapan tahun lalu,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (23/11) siang.
Baca Juga: Warga Tanjunguma Datangi Kantor ABH, Ini Tujuannya
Menurut Addi, dari sekitar 500 KK yang tinggal di Perumahan Bukit Laguna 1, sekitar 200 rumah paling sering mengalami mati air. Ia mengaku hampir setiap hari menerima keluhan dari warganya.
“Kita sudah lapor ke lurah, camat, sampai ABH. Tapi sampai sekarang belum ada solusi konkret,” kata Addi.
Addi membeberkan dugaan utama penyebab gangguan air, letak perumahan yang berada di dataran tinggi serta keterbatasan jaringan perpipaan.
“Pembagiannya terlalu banyak. Satu pipa menampung empat perumahan. Sementara pipanya cuma satu. Kita yang di bagian dataran tinggi tidak kebagian air, baru malam hari dapat aliran,” jelasnya.
Selain itu, diameter pipa dinilai terlalu kecil untuk menampung kebutuhan semua perumahan. “Pipanya kurang besar dan cuma satu untuk tiga tahap perumahan. Jadi tidak mampu,” katanya.
Warga meminta pembenahan serius berupa penambahan pipa, penggantian pipa dengan ukuran lebih besar, serta pemasangan alat pendorong daya (booster pump) agar tekanan air bisa naik ke dataran tinggi.
“Pipa atau alat pendorong daya ditambah. Itu harapan kami,” tegas Addi.
Menanggapi keluhan tersebut, Ginda Firmansyah, perwakilan Air Batam Hilir (ABH), memastikan pihaknya telah menjadwalkan koordinasi dengan Badan Usaha Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) untuk merumuskan solusi teknis.
“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan BU SPAM untuk mengatasi permasalahan di sana, supaya suplai air bisa maksimal,” kata Ginda.
Ia mengakui bahwa lokasi perumahan yang berada di dataran tinggi memang membutuhkan penguatan tekanan air agar alirannya bisa mencapai seluruh rumah.
“Mudah-mudahan hasil koordinasi dengan BU SPAM dalam waktu dekat menghasilkan solusi. Harapannya suplai air ke Bukit Laguna 1 dan sekitarnya bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya. (*)
Reporter: M. Sya’ban



