Selasa, 27 Januari 2026

Sejak 2017 Cut and Fill di Bukit Kemuning, Warga Pernah Dilanda Banjir dan Longsor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga menunjukkan batu miring yang dibangun pihak pengembang tepat di bawah bukit. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Aktivitas pemotongan bukit atau cut and fill di kawasan Bukit Kemuning, Tanjung Piayu sudah dilakukan sejak tahun 2017. Aktivitas yang dilakukan PT Cakrawala Sukses Mandiri ini sempat menimbulkan banjir dan longsor ke pemukiman warga yang berada di bawah area pengerjaan.

Ketua RW 16 Perumahan Bukit Kemuning, Supardi mengatakan dampak proyek ini mulai terasa langsung ke lingkungan permukiman pada tahun 2019.

“Proyek ini sempat terhenti, dan warga mencari pengembangnya. Air dan lumpur langsung turun,” ujarnya di lokasi, Selasa (25/11).

Baca Juga: Diduga Tak Berizin, Cut and Fill di Bukit Kemuning Banjiri Permukiman

Akibat dampak cut and fill tersebut, pihak pengembang membangun batu miring tepat di bawah bukit. Selain itu, dibangun parit dan gorong-gorong, serta peninggian jalan.

“Kami RT, RW, tokoh masyarakat menyetop proyek ini. Dan pengembang sepakat menyelesaikan dulu dampak lingkungannya,” katanya.

Supardi menjelaskan setelah pembangunan tersebut kawasan pemukiman sudah tak dilanda banjir dan longsor lagi.

“Sampai saat ini tidak ada lagi (banjir). Sudah mengurangi dan diantisipasi,” ungkapnya.

Hustiana, warga setempat yang terkenda dampak cut and fill tersebut mengatakan aktivitas yang dilakukan PT Cakrawala Sukses Mandiri membuat rumahnya dipenuhi air dan lumpur.

“Dulu parah sekali, air dan lumpur dari belakang. Sekarang sudah aman,” ujarnya.

Ia turut meminta pihak pengembang untuk memperkokoh baru miring tepat dibelakang rumahnya serta memperbesar parit untuk aliran air hujan.

“Harapannya jangan sampai longsor dan banjir lagi,” katanya.

Sementara Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral yang mendapatkan informasi adanya banjir langsung turun ke lokasi. Ia mengatakan informasi banjir dan longsor yang beredar terjadi pada tahun 2019.

“Saya dapat informasi di group, dan langsung turun ke lokasi menemui masyarakat dan RW. Itu yang beredar video dan foto lama,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Update