
batampos – Sektor perikanan kembali menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Memasuki semester ketiga 2025, ekspor komoditas ikan dari Batam menunjukkan performa mengesankan dengan total volume mencapai 4.993,27 ton dan nilai transaksi Rp205,7 miliar, menguat dibanding periode sebelumnya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admaji, mengatakan capaian ini mencerminkan meningkatnya aktivitas perikanan serta tingginya permintaan pasar luar negeri terhadap produk perikanan Batam.
“Ekspor ikan kita pada semester tiga tahun ini menunjukkan angka yang menggembirakan. Tidak hanya dari sisi volume, tetapi juga dari nilai ekspornya,” ujar Yudi, Kamis (27/11).
Baca Juga: Pemko Anggarkan Rp 6,5 Miliar untuk Nelayan, Dinas Perikanan Catat Ada 568 KUB di Batam
Ia optimistis target ekspor tahun ini bisa mencapai Rp250 miliar, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan nilai Rp232 miliar.
“Sampai September ini kita sudah capai Rp205,7 miliar. Kalau tren ekspor berjalan normal, kami optimistis target Rp250 miliar bisa tercapai pada akhir tahun,” kata Yudi.
Secara rinci, ekspor ikan pada Januari tercatat sebanyak 490,75 ton senilai Rp22,11 miliar. Angka ini naik pada Februari menjadi 522,39 ton senilai Rp23,56 miliar. Maret menjadi bulan dengan capaian tertinggi, yakni 558,22 ton senilai Rp24,09 miliar.
Kemudian, pada April tercatat 525,56 ton senilai Rp18,15 miliar, Mei sebesar 662,83 ton senilai Rp22,8 miliar, dan Juni 515,43 ton dengan nilai Rp18,23 miliar. Selanjutnya pada Juli senilai 485,89 ton dengan nilai Rp26,2 miliar. Agustus 571,38 ton atau senilai Rp25,7 miliar dan September 560,8 ton atau senilai Rp24,7 miliar.
Yudi menjelaskan, jenis ikan yang diekspor sebagian besar merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kakap, kerapu, sagai, lebam, kepiting, dan lobster. Negara tujuan ekspor terbesar masih didominasi oleh Singapura.
“Keunggulan lokasi Batam yang dekat dengan pasar internasional menjadi nilai tambah. Selain itu, dukungan pelabuhan ekspor dan fasilitas pengolahan yang memadai turut meningkatkan daya saing produk kita,” paparnya.
Dinas Perikanan, lanjut Yudi, terus mendorong peningkatan kualitas dan volume ekspor melalui penerapan standar mutu, sertifikasi, serta pembinaan kepada pelaku usaha perikanan lokal.
“Kami juga sedang mengembangkan kapasitas SDM nelayan agar lebih siap menghadapi tantangan dan permintaan global yang terus berkembang,” tuturnya.
Yudi berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun, mengingat tingginya permintaan dari negara tetangga.
“Kami terus berkoordinasi dengan eksportir dan pelaku usaha agar ekspor berjalan lancar. Kualitas hasil tangkapan juga terus dijaga agar memenuhi standar pasar internasional,” tambahnya.
Sebagai informasi, sepanjang 2024 lalu, total ekspor ikan dari Batam mencapai 5.414,46 ton dengan nilai sebesar Rp232,68 miliar. Seluruhnya dikirim ke Singapura yang masih menjadi pasar utama produk perikanan Batam. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



