
batampos– Pemblokiran jalan Letjend Suprapto menuju kawasan Genta I, Batuaji dipastikan tidak akan dibuka. Akses jalan ini tetap ditutup demi keselamatan pengendara dan kelancaran arus.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra mengatakan pembukaan pemblokiran akses jalan tersebut nantinya akan banyak menimbulkan dampak negatif.
“Kalau dibuka, jalan dari Batuaji ke Batam Centre itu akan macet panjang. Sejak akses jalan ditutup, arus sudah lancar,” ujarnya.
Leo menjelaskan akses jalan yang ditutup tersebut berdekatan dengan traffick light atau pertigaan lampu merah Putri Hijau. Dari traffick light, pengendara motor kerap menerobos atau melawan arus ke kawasan Genta I.
BACA JUGA: 7 Bulan Merugi, Pelaku UMKM Desak Akses Genta I Dibuka
“Ini yang menyebabkan kemacetan, dan rawan kecelakaan,” katanya.
Menurut Leo, para pedagang tidak perlu lagi mempermasalahkan pemblokiran jalan tersebut. Sebab, hingga saat ini tersedia jalan utama dari kawasan perumahan.
“Jalan utamanya sudah ada, sedangkan jalan yang ditutup itu hanya dibuat-buat. Jadi tidak akan dibuka,” ungkapnya.
Sebelumnya, puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Genta I, Batuaji serentak menutup usahanya, Selasa (4/11). Penutupan usaha ini merupakan aksi protes pedagang terkait adanya penutupan jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan tersebut.
Risma, pengusaha londry di Genta I mengatakan penutupan usaha ini dilakukan setelah para pedagang sepakat untuk unjuk rasa ke Kantor Walikota Batam.
“Jalannya ditutup sudah hampir 6 bulan, karena ada pengerjaan lahan di pintu masuk. Jadi pedagang disini merugi dan unjuk rasa ke Kantor Walikota,” ujarnya di lokasi.
Ia menjelaskan sebelum akses jalan ditutup, kawasan ini banyak dilalui pengendara. Sehingga, usaha warga setempat tersebut ramai pengunjung atah pembelinya.
“Sekarang kalau masuk dari jalan besar, harus mutar jauh. Jadi banyak yang malas lewat sini,” katanya.
Risma juga mengaku penutupan jalan tersebut membuat omzet usahanya turun hingga 50 persen. Sebab, beberapa warga perumahan di sekitar kawasan tersebut enggan berkendara lebih jauh.
“Sekarang jauh lebih sepi. Pelanggan saya juga banyak yang pindah,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi



