
batampos – Aksi aku tembak dan penyanderaan sempat mengguncang kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (2/12) siang. Suasana mendadak mencekam ketika puluhan letusan senjata api terdengar bersahutan dari arah jalan akses utama bandara.
Namun rangkaian kejadian tersebut ternyata bagian dari latihan penanggulangan keadaan darurat yang digelar pengelola bandara bersama aparat keamanan gabungan.
Kejadian bermula saat sebuah mobil Avanza hitam melaju kencang dan menerobos marka jalan. Dari dalam kendaraan itu, seorang petugas bandara diseret dan dijadikan sandera oleh dua pria bersenjata laras panjang. Aksi itu memicu kepanikan pengunjung yang sedang melintas di area kedatangan.
Kedua pria itu memaksa korban masuk ke dalam kendaraan, lalu mencoba kabur menerobis marka jalan bandara. Namun upaya mereka terhenti setelah sejumlah petugas menghadang dengan merobohkan belasan penutup jalan sehingga mobil tak mampu melanjutkan pelarian.
Tak lama setelahnya, kedua pria bersenjata tersebut keluar dari kendaraan sambil melepaskan tembakan ke udara. Mereka juga menyeret petugas yang disandera sambil mengacungkan senjata api ke arah petugas dan udara.
Baca Juga: Pesawat Rajawali Air Tergelincir dan Terbakar di Hang Nadim Batam
Salah satu pelaku kemudian berteriak menyampaikan dua tuntutan. Pertama meminta saudara mereka yang sedang ditahan dan hendak dipindahkan ke Nusa Kambangan segera dibebaskan, serta meminta akses jalan yang ditutup dibuka kembali. Teriakan itu membuat situasi semakin menegangkan.
“Lepaskan saudara kami, kalau tidak petugas ini mati,” teriak pria berbadan tegap ini sambil mengeluarkan tembakan ke udara.
Aksi tersebut mengejutkan pengunjung dan pekerja bandara. Sejumlah orang menjauh mencari perlindungan, sementara dentuman tembakan terus terdengar dari arah pintu keberangkatan.
Hampir 30 menit situasi penyanderaan berlangsung hingga akhirnya tim Gegana Brimob Polda Kepri tiba di lokasi. Kontak tembak tak terelakkan. Dalam hitungan menit, dua pelaku akhirnya menyerah dan meletakkan senjata mereka di atas aspal.
Namun ancaman belum selesai. Seorang pria lain yang membawa bom rakitan mencoba kabur sambil mengancam akan meledakkan diri. Saat dikepung, pria itu akhirnya meledakkan bom yang terpasang di tubuhnya. Ia tewas seketika.
Di waktu yang hampir bersamaan, tim gabungan menemukan satu bom lain berbentuk tas yang diletakkan di dekat gedung bandara. Unit penjinak bom kemudian mengevakuasi perangkat tersebut ke area disposal dan meledakkannya secara terkendali.
Seluruh rangkaian kejadian ternyata merupakan bagian dari simulasi keamanan skala penuh Bandara Internasional Hang Nadim. Latihan ini melibatkan skenario penyanderaan, terorisme, hingga ancaman bom sebagai uji kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Dalam kronologis latihan, tiga pelaku digambarkan terlibat dalam aksi teror, dua ditangkap hidup-hidup dan satu tewas akibat ledakan bom bunuh diri. Sementara itu, tim gabungan juga menemukan tas mencurigakan yang kemudian terkonfirmasi sebagai bom rakitan.
Selain tim internal bandara, latihan ini turut melibatkan Brimob, Polresta Barelang, TNI, Air Force Security, tim KKP, Basarnas, serta seluruh unsur Komite Keamanan Bandar Udara. Seluruh area bandara disisir untuk memastikan tidak ada ancaman tambahan.
Baca Juga: Kerap Macet Pagi dan Sore Hari, Arus Lalu Lintas di Simpang Bagan Dijadikan Searah
Direktur Operasi dan Keamanan Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, mengatakan latihan ini merupakan bagian dari implementasi dokumen Airport Emergency Plan dan Airport Security Program Hang Nadim Batam. Latihan tersebut menguji komunikasi, koordinasi, dan komando lintas instansi.
“Kegiatan ini untuk memastikan sistem keselamatan dan keamanan penerbangan benar-benar siap dalam menghadapi keadaan darurat. Kami juga menguji kemampuan personel sesuai fungsi masing-masing,” kata Anton.
Ia menjelaskan, skenario melibatkan dua jenis bom: bom bunuh diri yang diledakkan oleh pemeran pelaku, serta bom berbentuk tas yang kemudian diledakkan di area disposal oleh tim penjinak. Seluruh prosedur, termasuk penggunaan senjata laras panjang, telah dipastikan aman. “Peluru yang digunakan adalah peluru hampa,” ujarnya.
Berbeda dengan latihan pagi hari yang menutup bandara selama satu jam, simulasi teror sore ini tidak sampai menghentikan operasional bandara. “Operasional tetap berjalan, hanya ada rekayasa lalu lintas dan sedikit gangguan pelayanan. Kami mohon maaf,” ujar Anton.
Menurutnya, latihan semacam ini penting agar seluruh unsur keamanan di Hang Nadim mampu merespons cepat ancaman teror yang berpotensi membahayakan penerbangan. “Keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dengan selesainya simulasi tersebut, seluruh tim gabungan memastikan kondisi bandara kembali normal dan aman untuk operasional penerbangan. “Semua berjalan sesuai rencana dan hasil evaluasi awal menunjukkan respons tim cukup baik,” tutup Anton. (*)
Reporter: Yashinta



