Kamis, 29 Januari 2026

Karateka SMPN 12 Batam Borong Prestasi Internasional Sepanjang Tahun, Bercita-cita jadi Polwan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Siti Naila Hermawan, siswi kelas IX SMPN 12 Batam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Langkah mantap dan senyuman penuh percaya diri terlihat jelas di wajah Siti Naila Hermawan, siswi kelas IX SMPN 12 Batam. Di usia 15 tahun, ia telah menorehkan prestasi yang tidak hanya membanggakan sekolah dan kota kelahirannya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di Kota Batam.

Dalam kalender prestasinya, sepanjang tahun 2025 ini Naila sukses menyapu tiga medali perunggu internasional secara beruntun. Medali pertama ia raih pada Milo Cup Malaysia 2025, kemudian mempersembahkan perunggu kedua melalui Thailand Open International Karate Championship 2025, dan menutup tahun dengan Juara III Shureido International Karate Championship 2025.

“Alhamdulillah tiga-tiganya dapat juara tiga. Pesertanya kuat-kuat dari pelatnas Thailand, India, Malaysia, dan Vietnam. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi, target saya emas,” ucap Naila dengan mata berbinar.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa kerja keras dan kedisiplinan yang ia jalani tidak sia-sia. Ia terdaftar sebagai atlet Club Inkanas dan menjadi wakil Provinsi Kepri di berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Naila kini memegang sabuk cokelat, dan pengalaman tandingnya sudah dimulai sejak usia 9 tahun.

Di balik prestasi gemilangnya, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Pada 2024, saat bertanding di Kejuaraan Panglima TNI Surabaya, Naila mengalami cedera pergeseran tulang tangan. Rasa sakit, tangis, dan ketakutan sempat menyelimuti dirinya..

“Sempat down, tapi saya ingat target saya. Saya ingin bawa nama Kepri dan Indonesia lebih tinggi. Jadi saya tetap latihan, pelan-pelan dari awal,” tuturnya.

Semenjak sembuh, Naila menjalani pola latihan tiga kali sehari, pagi sebelum sekolah, sore setelah belajar, serta malam untuk teknik dan ketahanan fisik. Semua ia jalani tanpa mengeluh, ditemani mimpi besar untuk meraih medali dunia.

Di balik sisi atletnya, Naila juga menyimpan cita-cita mulia. “Saya ingin jadi Polwan. Saya ingin mengabdi, dan karate membantu membentuk mental dan fisik saya,” ujarnya.

Dukungan keluarga, pelatih, dan sekolah menjadi energi terbesar bagi Naila. Ia percaya bahwa prestasi bukan hanya soal bakat, tetapi kemauan untuk bekerja lebih keras daripada orang lain.

Tahun depan akan menjadi panggung terbesar dalam kariernya. Naila masuk dalam daftar enam atlet Kepri yang akan tampil di World Karate Federation Series A Manila, Filipina, Mei 2026, ajang resmi kelas dunia yang diikuti atlet dari puluhan negara.

“Target saya emas. Pesertanya dari seluruh dunia, jadi saya harus jauh lebih keras. Tidak ada alasan untuk malas,” tegasnya mantap.

Kepala SMPN 12 Batam, Murni, menyampaikan rasa bangga mendalam atas kerja keras siswanya itu.“Kita berharap anak-anak dapat menjadikan prestasi ini sebagai modal dasar mereka. Pendidikan bukan hanya skill, tapi juga akhlak. Banyak perusahaan atau instansi pemerintah mencari anak-anak dengan talenta olahraga dan seni. Ini yang kita siapkan untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Murni menjelaskan bahwa sekolah memberikan kebijakan belajar fleksibel bagi siswa yang bertanding di luar daerah atau luar negeri.“Waktu ikut kejuaraan nasional dua minggu, kita beri laluan. Setelah kembali mereka tetap menyelesaikan tugas-tugasnya. Kami ingin seimbang antara akademik dan prestasi,” jelasnya.

Saat ini SMPN 12 Batam memiliki 1.118 siswa dan mengembangkan 21 ekstrakurikuler, termasuk Tahfiz dan panahan sebagai identitas utama sekolah. Sekitar 50 persen siswa Tahfiz telah menghafal hingga 10 juz, sementara cabang panahan juga telah menghasilkan atlet internasional dan penerima beasiswa.

“Lebih dari seperempat siswa kami berprestasi baik akademik maupun non-akademik. Prestasi ini bukti kerja sama sekolah, pelatih, siswa, dan orang tua. Dan Naila adalah salah satu contoh terbaik bagaimana mimpi bisa diraih dengan usaha keras,” tutup Murni. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update