Kamis, 15 Januari 2026

Polisi Gerebek Tempat Penampungan Pekerja di Sagulung, Dipekerjakan di THM dan Dikirim ke Kamboja

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polisi menginterogasi pekerja wanita di Ruko Tunas Regency, Jumat (5/12) sore. F.Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Subdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Kepri bersama Polsek Sagulung menggerebek lokasi penampungan pekerja wanita di Ruko Tunas Regency, Jumat (5/12) sore. Dari ruko berlantai II tersebut, polisi mengamankan 12 orang wanita, termasuk 2 anak dibawah umur.

Pantauan Batam Pos, penggerebekan ini dipimpin Kanit Opsnal PPA Polda Kepri, AKP Haris Baltasar Nasution, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris.

“Saya sudah lebih seminggu di sini,” ujar E, salah seorang korban di lokasi.

Belasan wanita ini didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Beberapa korban sudah dipekerjakan di tempat hiburan malam di Batam, dan tiga diantaranya akan dipekerjakan ke Kamboja.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Putri Hijau Dilakukan Awal Tahun 2026

Selain korban, polisi turut mengamankan koordinator atau papi berinisial A. Polisi kemudian membawa seluruh orang ke Mapolda Kepri.

Kanit Opsnal PPA Polda Kepri, AKP Haris Baltasar Nasution mengatakan penggrebekan ini berawal dari adanya informasi PMI ilegal yang hendak diberangkatkan dari Batam ke Kamboja.

“Informasinya ada tiga orang. Setelah kita cek, ada belasan wanita di lokasi,” ujarnya.

Haris menambahkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. Pemeriksaan mengarah kepada para pelaku yang merekrut, mengurus, dan mempekerjakan para korban.

“Masih akan kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Baca Juga: Jejak Rekrutmen Gelap di Balik Kematian Dwi Putri Mulai Terungkap

Sementata Titik, pedagang di samping penampungan mengatakan ia sudah mencurigai aktivitas dari dalam ruko tersebut. Sebab, beberapa korban terlihat keluar malam dengan pakaian minim.

“Beberapa korban beli makan, kata mereka ada yang bekerja di Batam dan ke Kamboja,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Update