Kamis, 15 Januari 2026

Relawan SPPG Jalani Skrining TBC Massal, Pastikan Diri Sehat saat Bertugas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Relawan SPPG menjalani pemeriksaan kesehatan Active Case Finding (ACF). (F.Rengga Yuliandra)

batampos – Sebagai upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC), Puskesmas Tanjung Buntung melaksanakan Active Case Finding (ACF), program skrining aktif untuk menemukan kasus TBC yang belum terdiagnosis di masyarakat. Sasaran utama kegiatan ini adalah pegawai dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kerja puskesmas.

Plt Kepala Puskesmas Tanjung Buntung, dr. Nazia Helmi, menjelaskan bahwa metode ACF dilakukan melalui pemeriksaan rontgen dada (X-ray) dan tes dahak (TCM) bagi kelompok berisiko tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit lebih awal, memberikan pengobatan, dan mencegah penularan lebih luas.

“Kami menargetkan sekitar 250 orang hari ini, termasuk pegawai SPPG dan masyarakat umum. Pemeriksaan X-ray dilakukan bekerja sama dengan Medilab, dan hasilnya langsung dibacakan oleh tim kami. Jika ada yang positif, pengobatan bisa langsung dilakukan di Puskesmas,” jelas dr. Nazia, Sabtu (6/12).

Baca Juga: Aksi Curanmor di Bengkong Terbongkar, Pelaku Dibekuk di Windsor

Kegiatan ini bekerja sama dengan Medilab, di mana pemeriksaan X-ray dilakukan oleh tim Puskesmas Tanjung Buntung dengan hasil yang langsung dibacakan. “Jika ditemukan kasus positif TBC, pengobatan bisa langsung dilakukan di Puskesmas,” tambah dr. Nazia.

Ia berharap program ini mendukung program prioritas Presiden Prabowo terkait pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining TBC. “Dengan deteksi awal, penularan bisa ditekan dan pasien bisa segera mendapatkan pengobatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Bengkong Laut 1, Oqha Putra Mulia Wijaya, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pengecekan kesehatan melalui X-ray penting untuk memastikan para relawan tetap sehat dalam menjalankan tugas distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.

“Kami sangat mendukung kerja sama ini. Selain higienis dan bersih, relawan kami juga harus sehat. Dengan program pengecekan ini, kita bisa memastikan relawan tetap fit dan aman dalam menjalankan operasional,” kata Oqha.

Oqha menjelaskan, SPPG tidak hanya bergerak dalam distribusi makanan, tetapi juga aktif melakukan sosialisasi gizi ke sekolah-sekolah dan ibu-ibu posyandu.

“Setiap bulan, kami mengadakan beberapa kali sosialisasi terkait gizi, menu sehat untuk balita, ibu hamil, hingga masyarakat umum. Dengan pengecekan kesehatan ini, kami bisa memastikan relawan kami sehat dan sosialisasi bisa berjalan optimal,” tambahnya.

Baca Juga: Gunakan Knalpot Brong dan Tanpa Dokumen, 48 Motor dan 5 Mobil Ditilang

Ia menambahkan bahwa SPPG Bengkong Laut 1 merupakan SPPG pertama di Batam yang telah memiliki sertifikat Sanitation and Hygiene Level System (SLHS) serta sertifikat penjamah makanan.

Program ini juga sejalan dengan kegiatan sosialisasi gizi yang rutin dilakukan SPPG, mulai dari edukasi ke sekolah hingga ibu-ibu posyandu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan.

“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa berlanjut agar relawan tetap sehat dan garda terdepan dalam distribusi program gizi nasional bisa berjalan optimal,” pungkas Oqha.

Dengan deteksi dini TBC melalui ACF ini, diharapkan angka penularan bisa ditekan, masyarakat lebih sadar kesehatan, dan relawan SPPG tetap prima dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak distribusi gizi di Batam. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update