Selasa, 27 Januari 2026

Program IAS Terampil Dorong Anak Muda Batam Kuasai Kompetensi Kargo Udara

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali kota Batam Amsakar saat menghadiri pembukaan pelatihan. f,. yashinta

batampos— Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Batam mendapat dukungan PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS). Perusahaan ini memberi peluang untuk 50 anak muda Kota Batam melalui program TJSL 2025 bertajuk IAS Terampil yang digelar di di Gedung Dinas Perhubungan Batam, Senin (8/12).

Pelatihan ini merupakan batch kedua setelah pelaksanaan pertama di Cengkareng. Pada batch pertama, IAS mencatat 80 persen peserta langsung terserap bekerja di lingkungan bandara, menjadi indikator kuat kebutuhan tenaga kerja bersertifikasi di sektor kargo udara.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi inisiatif IAS yang dinilai sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas SDM Batam. Ia menegaskan pengembangan SDM menjadi kunci agar laju pertumbuhan ekonomi Batam dapat dinikmati seluruh masyarakat.

BACA JUGA: Pelatihan SAR Digelar, Personel Ditsamapta Polda Kepri Diasah Hadapi Situasi Darurat

“Ekonomi kita terus bergerak naik, tapi peningkatan kesejahteraan tidak akan tercapai bila SDM-nya tidak siap. Pelatihan seperti ini memperkuat kemampuan anak muda dan memberi mereka akses masuk ke industri,” ujar Amsakar.

Amsakar juga menyoroti perubahan struktur investasi Batam yang kini mengarah ke industri padat modal dan berbasis teknologi. Kondisi itu, katanya, membuat kebutuhan tenaga kerja menengah semakin terbatas dan mendorong peningkatan kebutuhan SDM tersertifikasi di bidang teknis.

“Pelatihan kargo ini sangat strategis. Sektor logistik dan penerbangan terus tumbuh. Kalau anak muda punya sertifikat dan kompetensi, peluang mereka masuk dunia kerja jauh lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis menyebut pelatihan Basic Cargo merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan SDM di daerah operasional mereka. Ia menegaskan bahwa IAS ingin menghadirkan program yang benar-benar berdampak dan bukan sekadar formalitas CSR.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan keterampilan yang relevan. IAS Terampil adalah gerakan membuka akses pekerjaan, bukan hanya pelatihan yang selesai di ruang kelas. Pelatihan berlangsung 9 hari,” kata Muchdian.

Peserta akan mempelajari proses operasional kargo seperti penerimaan, pemeriksaan keamanan, pengecekan dokumen, dan prosedur penanganan barang. Selain pembelajaran teori, peserta juga mendapatkan kesempatan menjalani on the job training (OJT) di terminal kargo IAS. Melalui OJT tersebut, peserta dilibatkan langsung dalam proses kerja sehingga lebih siap ketika masuk dunia industri.

“Setelah selesai, mereka akan ditempatkan di terminal kargo untuk praktik langsung. Dari sini nanti kami lihat siapa saja yang siap untuk direkrut. Peserta terbaik bisa bergabung di perusahaan-perusahaan dalam IAS Group,” jelas Muchdian.

Ia berharap kehadiran program ini dapat menggerakkan motivasi generasi muda Batam untuk terus meningkatkan keahlian. Apalagi ia melihat potensi anak-anak Batam sangat besar.

“Pelatihan ini menjadi pintu bagi mereka untuk memulai karier di sektor penerbangan. Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus berlanjut,” ucapnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update