Selasa, 13 Januari 2026

RDP Soal Penutupan Jalan Genta 1 Batuaji di DPRD Batam, Warga dan Pelaku UMKM Minta Akses Dibuka Kembali

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana RDP tentang penutupan jalan Genta i, Batuaji di Gedung DPRD Batam

batampos – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Kota Batam pada Rabu (10/12) berlangsung dinamis setelah warga dan pelaku UMKM dari kawasan Genta 1, Batu Aji, menyampaikan keluhan terkait penutupan akses jalan Letjen Suprapto menuju kawasan tersebut. Komisi II yang membidangi ekonomi dan UMKM menghadirkan perwakilan warga untuk mendengar langsung persoalan yang sudah berlangsung sekitar tujuh bulan itu.

Penutupan jalan diketahui dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Bina Marga sebagai tindak lanjut analisis keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut. Namun dalam RDP kali ini, kedua dinas belum dapat hadir sehingga pembahasan difokuskan pada pendapat warga dan penjelasan awal dari pihak-pihak terkait.

Para pelaku UMKM mengaku penutupan itu berdampak signifikan terhadap usaha kecil yang bergantung pada akses lalu lintas harian. Linda, pelaku UMKM di Genta 1, mengatakan bahwa omzetnya turun drastis sejak jalan ditutup.

BACA JUGA: Kadishub Sebut Pemblokiran Jalan Genta I Batuaji Tidak Dibuka

“Usaha ini bukan hanya tempat mencari uang, tapi penopang hidup keluarga. Sejak jalan ditutup, kami kehilangan penghasilan. Kami minta jalannya dibuka kembali,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Devi, pemilik toko sembako. Ia mengatakan warungnya bahkan terpaksa tutup total karena tidak ada lagi pembeli yang melintas.
“Pendapatan hilang, kebutuhan keluarga tetap jalan. Kami berharap ada solusi setelah RDP ini,” tuturnya.

Imam Sucipto, Imam Masjid Darussalam, menambahkan bahwa penutupan jalan juga memengaruhi nilai properti warga.
“Sejak akses ditutup, nilai rumah ikut turun karena akses semakin jauh,” ucapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi II Safari Ramadhan menyampaikan bahwa DPRD memahami keluhan warga dan akan meminta penjelasan lebih lanjut dari instansi terkait.

“Kami ingin mendengar alasan teknis secara langsung dari Dishub dan Bina Marga. Harapannya kita bisa menemukan solusi bersama, baik untuk keselamatan lalu lintas maupun keberlangsungan UMKM,” ujarnya.

Kepala Dinas UMKM Batam, Salim Putra, yang turut hadir, menjelaskan bahwa pihaknya hanya meneruskan informasi teknis dari instansi lain.
“Pekerjaan fisik berada di Bina Marga, sementara kajian keselamatan dan lalu lintas ada di Dishub dan Satlantas,” katanya.

Anggota Komisi II, Mustofa, menyampaikan bahwa legislatif akan mencari titik tengah antara aspek keselamatan dan keberlangsungan ekonomi.

“Keselamatan penting, tapi UMKM juga perlu bernafas. Kita cari solusi yang tidak merugikan kedua pihak,” ujarnya.

Setia Putra Tarigan menegaskan bahwa Komisi II akan kembali mengundang Dishub, Bina Marga, dan Polresta Barelang untuk RDP lanjutan agar penjelasan teknis dapat didengarkan secara lengkap.

“Kita ingin duduk bersama dengan semua pihak supaya keputusan yang diambil tepat dan tidak menimbulkan polemik baru,” katanya.

Anggota Komisi II, Umi Kalsum, menambahkan bahwa persoalan ini akan dikawal hingga tuntas. “Keluhan warga harus ditindaklanjuti. Komisi II akan membawa masalah ini ke rapat pimpinan dan menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat,” kata dia

RDP ditutup dengan komitmen DPRD untuk menggelar pertemuan lanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan agar keputusan terkait akses jalan Genta 1 dapat dirumuskan secara adil, aman, dan berpihak pada kepentingan publik. (*)

Reporter: Syaban

Update