
batampos – Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) perlahan mulai diminati warga Batam. Hingga Desember 2025, lebih dari 58 ribu atau 6,03 persen masyarakat Batam telah mengaktifkan identitas digital yang dapat diakses langsung melalui ponsel, menjadikannya alternatif praktis selain e-KTP fisik.
Kepala Disdukcapil Kota Batam Sri Miranthy Adhisty mengatakan, perkembangan ini merupakan langkah awal dalam membangun layanan kependudukan yang lebih modern dan mudah dijangkau.
“Warga yang sudah mencoba IKD merasakan sendiri kemudahannya. Semua data ada di smartphone,” ungkapnya, Kamis (10/12).
Untuk mendorong semakin banyak warga mencoba IKD, Disdukcapil Batam memilih pendekatan yang lebih santai. Petugas rutin menyambangi sekolah, kampus, perusahaan, dan rumah sakit untuk memberikan edukasi sekaligus membantu aktivasi langsung di lokasi.
“Kami jelaskan pelan-pelan agar warga paham bahwa IKD ini memudahkan. Mereka boleh bertanya apa saja sebelum aktivasi,” jelas Adhisty.
Baca Juga: BMKG Batam Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
Adhisty menegaskan bahwa proses aktivasi IKD tidak dapat dilakukan melalui telepon atau WhatsApp. Warga wajib datang langsung ke tempat pelayanan resmi agar keamanan data tetap terjaga.
“Tidak ada aktivasi IKD lewat telepon atau WA. Semua harus tatap muka untuk memastikan data aman,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa warga dapat mengaktifkan IKD di Kantor Disdukcapil Kota Batam di Sekupang atau kantor kecamatan masing-masing. “Silakan datang, semua layanan adminduk termasuk aktivasi IKD gratis,” tambahnya.
Selain praktis, IKD menjadi solusi tambahan ketika persediaan blanko e-KTP fisik terbatas. Kendati begitu, Adhisty menegaskan bahwa tujuan utama program ini tetap memberikan kenyamanan bagi warga.
“Ini bukan sekadar solusi blanko, tetapi inovasi jangka panjang agar identitas kependudukan lebih mudah dibawa ke mana saja,” katanya.
Adhisty berharap warga Batam semakin terbuka dengan layanan digital ini dan mulai melakukan aktivasi.
“Silakan aktifkan IKD. Kami siap melayani di kantor kecamatan atau di Disdukcapil. Ini era digital, mari sama-sama beradaptasi,” serunya.
Baca Juga: Sidik Kasus TPPO, Polda Kepri Periksa Manajemen Dua Kafe Batuaji
Dengan pendekatan persuasif, edukatif, dan dukungan pelayanan gratis di seluruh kecamatan, Disdukcapil optimistis jumlah pengguna IKD di Batam akan terus bertambah.
Sejumlah warga mengaku kehadiran IKD memudahkan urusan sehari-hari. Rahmat, warga Tiban, menilai IKD sangat membantu terutama saat berangkat kerja dengan terburu-buru.
“Saya suka lupa bawa dompet. Dengan IKD, cukup tunjukkan identitas dari HP. Praktis sekali,” tuturnya.
Putri, seorang mahasiswi, juga merasakan manfaat serupa.“Waktu pengurusan beasiswa, IKD saya diterima petugas. Jadi tidak harus membawa banyak dokumen,” katanya. (*)



