
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperkuat produksi dan distribusi cabai lokal untuk mengurangi ketergantungan pasar Batam terhadap pasokan dari luar daerah. Langkah ini dilakukan lewat program Cabai Corner, kios pangan berbasis kelompok wanita Tani (KWT) yang menampung dan menjual hasil panen petani lokal secara langsung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis mengatakan, selama ini fluktuasi harga cabai di Batam sangat dipengaruhi kondisi pasokan dari provinsi lain. Cabai Corner kemudian menjadi instrumen penting untuk memastikan suplai cabai lokal semakin kuat dan stabil di pasaran.
“Dengan Cabai Corner, hasil panen dari KWT dan petani lokal masuk langsung ke rantai pemasaran. Ini mengurangi ketergantungan kita pada kiriman luar, yang selama ini menjadi pemicu naik-turunnya harga,” ujarnya, Jumat (12/12).
Baca Juga: Lonjakan Harga Cabai di Batam: Biaya Dapur Membengkak, Warung Makan Terjepit
Saat ini DKPP mencatat produksi cabai lokal terus meningkat seiring berkembangnya kelompok tani. Tercatat ada 15 hektare area penanaman cabai yang tersebar di tiga kecamatan seperti Sei Beduk, Nongsa, dan Sagulung. Beberapa kelompok seperti Sidomukti dan Bumi Makmur juga mulai melakukan panen awal dengan hasil sekitar 100 kilogram.
Mardanis menjelaskan, seluruh proses pemesanan Cabai Corner dikendalikan oleh DKPP untuk menjaga harga tetap stabil. Pola distribusi ini juga memutus mata rantai tengkulak dan mempermudah konsumen mendapatkan harga yang lebih wajar.
“Harga cabai itu sangat rentan dipengaruhi permainan di rantai tengah. Dengan kami yang kendalikan PO, hasil panen bisa langsung disalurkan dan harganya lebih kompetitif,” katanya.
Selain memperkuat pemasaran, DKPP juga membina 93 KWT untuk meningkatkan literasi produksi, pencatatan, serta manajemen kelompok. Dari jumlah itu, 14 KWT sudah menjalankan sistem dropship Cabai Corner.
Menurut Mardanis, penguatan produksi lokal menjadi langkah strategis mengingat konsumsi cabai di Batam cenderung meningkat di periode-periode tertentu, termasuk menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan lainnya.
“Semakin kuat produksi lokal, semakin kecil risiko gejolak harga akibat gangguan pasokan dari luar. Ini yang kami bangun pelan-pelan melalui KWT dan Cabai Corner,” ujarnya.
DKPP menargetkan pembentukan 100 Cabai Corner untuk memperluas jangkauan distribusi. Ke depan, kios ini juga akan menjual komoditas lain seperti sayuran dan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara lebih merata. (*)



