
batampos – Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam masih menunjukkan geliat positif, terutama dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Kepadatan wisman terlihat di sejumlah titik favorit seperti Nagoya, Harbour Bay, Batam Centre, hingga pusat-pusat perbelanjaan. Pelabuhan internasional pun tetap dipadati wisatawan yang datang menggunakan kapal feri dari Singapura dan Johor Bahru.
“Batam sangat dekat dan mudah dijangkau. Kami sering datang untuk liburan singkat, belanja, dan menikmati makanan laut,” ujar Lim We, wisatawan asal Singapura yang ditemui di kawasan Nagoya.
Baginya, suasana Batam kini semakin hidup dengan banyak pilihan kuliner dan hiburan. Geliat kunjungan tersebut juga tercermin dari kinerja sektor perhotelan.
Baca Juga: 2.826 Pesepeda Meriahkan Batam Bersepeda pada HJB ke-196
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada Oktober ini mencapai 53,45 persen, meningkat 1,35 poin dibanding September yang tercatat 52,10 persen. Angka ini berada di atas rata-rata Provinsi Kepri yang mencatat TPK 47,96 persen.
Peningkatan okupansi hotel menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan wisman tidak sekadar transit, melainkan benar-benar menginap dan membelanjakan uangnya di Batam. Hotel-hotel di kawasan bisnis dan waterfront dilaporkan menikmati tingkat hunian lebih tinggi, terutama pada akhir pekan.
“Saya biasanya menginap dua malam. Hotelnya nyaman dan harganya masih lebih terjangkau dibanding Singapura,” kata Aisyah Rahman, wisatawan asal Malaysia yang datang bersama keluarganya.
Ia mengaku rutin berkunjung ke Batam. Selain masih memiliki keluarga di Batam, alasan lain juga karena jarak negara yang dekat dan banyak pilihan destinasi menarik.
Baca Juga: Polda Kepri Catat Penurunan Laka Lantas Signifikan Selama Operasi Zebra
Berdasarkan data BPS, sepanjang Oktober 2025, tercatat sebanyak 139.443 kunjungan wisman ke Batam. Hal ini memantapkan posisi Bandar Dunia Madani sebagai salah satu pintu utama pariwisata internasional di Indonesia bagian barat.
Meski secara bulanan jumlah kunjungan tersebut mengalami penurunan tipis 1,77 persen dibanding September 2025 yang mencapai 141.958 kunjungan, dinamika pergerakan wisman dinilai masih stabil dan cenderung ramai, terutama pada akhir pekan dan masa libur singkat di negara tetangga.(*)



