
batampos – Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA) melaksanakan kegiatan Evaluasi Lapangan Usulan Pembukaan Program Studi Spesialis Ilmu Bedah (Sp.B) dan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (Sp.An-TI) pada Senin (22/12). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan strategis pengembangan pendidikan dokter spesialis sekaligus peningkatan mutu akademik institusi.
Evaluasi lapangan tersebut dihadiri para evaluator serta pemangku kepentingan dari berbagai institusi pendidikan dan profesi kedokteran.
Mereka di antaranya dr. I Gede Suwedagatha, Sp.B dari Kolegium Ilmu Bedah; Dr. dr. Reza Widianto Sudjud, Sp.An-TI., Subsp.An.Kv.(K)., Subsp.T.I.(K)., M.Kes. sebagai utusan Universitas Padjadjaran; Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH., Sp.Park dari Universitas Sumatera Utara; serta Nadia Harumi Anwar, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti).
Kegiatan evaluasi ini bertujuan menelaah secara komprehensif kesiapan Fakultas Kedokteran Universitas Batam dalam membuka dua program studi spesialis tersebut.
Aspek yang dinilai meliputi kesiapan kurikulum pendidikan, ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana penunjang, tata kelola akademik, hingga kesiapan jejaring rumah sakit pendidikan dan wahana praktik klinik.
Baca Juga: Uniba Ajukan Prodi Spesialis Obgyn dan Kedokteran Keluarga
Proses evaluasi dilakukan melalui pemaparan dokumen usulan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Batam, peninjauan langsung fasilitas pendukung pendidikan dan layanan klinik, serta diskusi mendalam antara tim pengusul dengan para evaluator.
Diskusi berlangsung konstruktif dan berfokus pada pemenuhan standar nasional pendidikan dokter spesialis serta kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.
Dalam forum tersebut, para evaluator menyampaikan sejumlah masukan dan rekomendasi strategis yang diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan usulan pembukaan Program Studi Spesialis Ilmu Bedah dan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif.
Rekomendasi tersebut diarahkan agar program studi yang diusulkan selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi, standar nasional pendidikan kedokteran spesialis, serta kebutuhan riil layanan kesehatan masyarakat.
Penyelenggaraan evaluasi lapangan ini menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Batam dalam menyiapkan program pendidikan spesialis yang matang, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas lulusan.
Kehadiran Program Studi Spesialis Ilmu Bedah dan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK UNIBA diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang kompeten, khususnya di wilayah Kepulauan Riau dan kawasan regional, sekaligus memperkuat peran Universitas Batam dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. (*)



