
batampos – Menjelang dibukanya pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) Tahap II, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam mempercepat proses verifikasi dan validasi data calon jamaah haji yang mengalami kendala administratif maupun gagal sistem.
Pelunasan BIPIH Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 2 – 9 Januari 2026. Tahapan ini menjadi kesempatan bagi calon jamaah yang belum menyelesaikan pelunasan pada tahap sebelumnya, termasuk jamaah lansia, penyandang disabilitas, serta jamaah yang pendamping mahramnya terpisah.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, mengatakan Tim Percepatan Pelunasan BIPIH saat ini fokus memastikan keabsahan dan kesesuaian data jamaah sebelum diinput ke dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
“Verifikasi ini penting agar jamaah yang memang memenuhi persyaratan bisa segera mengikuti pelunasan Tahap II. Data yang kami cek meliputi pendamping lansia, jamaah disabilitas, serta mahram yang terpisah,” ujarnya, Minggu (28/12).
Baca Juga: Diskon Tiket Kapal Pelni Masih Tersisa 32 Persen, Batam Rute Favorit
Berdasarkan data hingga Selasa (23/12), sebanyak 491 calon jamaah haji Kota Batam telah melunasi BIPIH dari total kuota 656 jamaah. Artinya, masih terdapat 165 calon jamaah yang belum menyelesaikan pelunasan.
Adapun kuota haji Kota Batam untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi terdiri dari 632 jamaah berdasarkan nomor urut porsi dan 24 jamaah prioritas lansia.
Syahbudi menjelaskan, tidak semua jamaah yang belum melunasi disebabkan kendala teknis. Sebagian jamaah memang belum siap berangkat pada musim haji tahun ini, sementara lainnya masih harus memenuhi persyaratan istithaah kesehatan.
“Ada jamaah yang belum memenuhi syarat kesehatan, sehingga belum bisa melanjutkan ke tahap pelunasan. Ini menjadi perhatian kami agar jamaah benar-benar siap secara fisik dan administrasi,” katanya.
Baca Juga: Harga Ayam Potong di Batam Melejit hingga Rp47 Ribu per Kg Jelang Tahun Baru
Kemenhaj Kota Batam juga mengimbau calon jamaah yang belum melunasi BIPIH agar aktif berkoordinasi dengan petugas haji maupun pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh proses persiapan keberangkatan ibadah haji dapat berjalan lancar dan optimal.
“Kami terus melakukan pendampingan dan pemantauan, supaya jamaah memahami tahapan yang harus dipenuhi dan tidak tertinggal pada proses pelunasan Tahap II,” tutup Syahbudi.(*)



