
batampos – Jaringan hotel di bawah naungan Archipelago International di Kota Batam menyambut pergantian tahun 2025–2026 dengan konsep sederhana, penuh kepedulian, serta menitikberatkan pada kenyamanan tamu, khususnya segmen liburan keluarga, Kamis (1/1/2026).
Cluster General Manager Archipelago Hotel Batam, Yanuar Dedy mengatakan Archipelago saat ini mengelola lima hotel di Batam, yakni Aston Batam Hotel & Residence di kawasan Pelita, Aston Inn Gideon Batam di Penuin, serta tiga hotel yang berada di kawasan Nagoya Thamrin City, yaitu Aston Nagoya City Hotel, favehotel Nagoya Batam dan Harper Premier Nagoya Batam.
Menurut Yanuar, masing-masing hotel menerapkan pendekatan berbeda dalam menyambut malam pergantian tahun. Aston Batam Hotel & Residence menghadirkan promo kamar dan aktivitas terbatas.
Sementara Aston Inn Gideon Batam memilih tidak menggelar acara khusus karena kawasan Penuin dinilai sudah ramai dengan pusat kuliner dan hiburan. Hotel tersebut lebih memaksimalkan penjualan kamar bagi tamu yang ingin menikmati suasana kota.
“Untuk kawasan Nagoya Thamrin, kami mengadakan makan malam tahun baru dengan hiburan musik ringan seperti akustik dan mini band. Semua dibuat sederhana, tidak besar-besaran,” ujar Yanuar.
Baca Juga: Lagi Ngidam Pasta? Ini 5 Tempat Pasta Paling Enak di Batam
Kesederhanaan konsep perayaan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Bahkan, rencana pesta kembang api ditiadakan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Batam.
“Kami tetap merayakan, tetapi dalam suasana prihatin. Kami juga menggelar doa bersama agar saudara-saudara kita yang terdampak musibah bisa segera pulih,” katanya.
Meski tanpa perayaan megah, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Yanuar menyebutkan, sejak 24 hingga 30 Desember 2025, mayoritas tamu Archipelago Hotel Batam berasal dari Singapura dan Malaysia. Namun, memasuki malam tahun baru, tamu didominasi wisatawan domestik dari Batam dan pulau-pulau sekitar.
“Kebanyakan yang datang adalah keluarga. Karena itu, kami fokus pada kenyamanan kamar untuk kebutuhan family holiday,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Archipelago Hotel Batam menargetkan peningkatan kualitas layanan dengan mengusung konsep back to basic. Fokus utama diarahkan pada kualitas kamar, pelayanan, serta sajian makanan.
“Di dunia hospitality, hari ini bagus belum tentu besok bagus. Karena itu, setiap hari harus ada peningkatan. Arahan operator adalah bertumbuh satu persen setiap hari,” ungkap Yanuar.
Selain itu, mulai Januari hingga Maret atau April 2026, Archipelago Hotel Batam akan meluncurkan program kuliner bertajuk “60 Seconds to Sell” dengan konsep street food Korea yang dikemas secara kasual dan mudah dinikmati. Program tersebut direncanakan tersedia baik secara langsung di hotel maupun melalui platform daring.
“Setelah Korea, kemungkinan akan berlanjut ke menu Jepang. Konsepnya tetap kasual, easy bite bukan fine dining. Yang kami kejar adalah kualitas, bukan kuantitas,” kata Yanuar.
Baca Juga: Pernah Jadi Pusat Hiburan Malam, Begini Kondisi Marina Waterfront Sekupang Sekarang
Sementara itu, perayaan Malam Tahun Baru di kawasan Nagoya Thamrin City pada 31 Desember 2025 juga digelar dengan nuansa reflektif dan sarat makna. Empat hotel di kawasan tersebut, yakni Aston Nagoya City Hotel, favehotel Nagoya Batam, Harper Premier Nagoya Batam, dan Harris Hotel Nagoya Batam bersinergi menghadirkan rangkaian acara di beberapa titik strategis.
Sebelum hiburan dimulai, seluruh rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Ibu Pertiwi sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Live acoustic performance digelar di depan lobby favehotel Nagoya Batam, sementara live band dan DJ performance mengisi malam pergantian tahun di area Aston Nagoya City Hotel serta Harper Premier Nagoya Batam dan Harris Hotel Nagoya Batam.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini tidak menghadirkan pertunjukan kembang api. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial.
“Malam pergantian tahun seharusnya menjadi momen refleksi, bukan sekadar perayaan. Kami memilih menyambut Tahun Baru dengan empati dan kebersamaan,” ujar Yanuar.
Melalui perayaan yang sederhana namun bermakna ini, Archipelago Hotel Batam dan kawasan Nagoya Thamrin City berharap dapat mengajak masyarakat menyambut tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, empati, dan harapan baru. (*)



