Sabtu, 3 Januari 2026

Jalan Taman Raya Licin Saat Hujan karena Banyak Tanah Proyek yang Berserakan, Sudah Sering Pemotor Terjatuh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pemotor jatuh karena jalan licin. f istimewa
batampos – Aktivitas pengangkutan tanah dari proyek pemotongan dan penimbunan (cut & fill) di kawasan Perumahan Taman Raya Tahap 2A, Batam Kota, berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan. Tanah merah yang berserakan di badan jalan membuat permukaan licin saat hujan dan menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh.
Ketua Forum Tengku Sulung Squad yang juga Ketua RT 003 RW 024 Taman Raya Tahap 3 Rahman Yasir, menyampaikan bahwa dalam waktu singkat telah terjadi dua kecelakaan di ruas jalan yang terdampak tumpahan tanah tersebut. Dua korban, masing-masing seorang ibu dan seorang bapak, terjatuh saat melintas tidak jauh dari lokasi proyek.
“Kalau sudah sampai ada korban kecelakaan, ini jelas membahayakan. Tanah di jalan itu sangat licin kalau hujan,” ujar Rahman.
Menurutnya, tanah berserakan berasal dari aktivitas pengangkutan material proyek yang keluar-masuk kawasan permukiman. Saat hujan turun, tanah merah berubah menjadi lumpur dan menutup aspal, sehingga kendaraan roda dua mudah terpeleset.
Kondisi ini, kata Rahman, bukan kejadian baru. Beberapa bulan sebelumnya, warga juga sempat mengeluhkan hal serupa karena jalan kotor, berdebu saat kering, dan licin saat hujan. Saat itu, aktivitas proyek bahkan sempat dihentikan sementara karena dinilai membahayakan pengguna jalan.
Namun, sejak aktivitas kembali berjalan, keluhan warga kembali muncul. Jalan yang sehari-hari dilalui warga dan anak sekolah menjadi rawan kecelakaan, terutama saat cuaca hujan.
Seorang warga yang setiap hari melintas di jalan tersebut Dani mengaku kondisi jalan sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Tanah merah yang menempel di aspal membuat ban mudah tergelincir saat hujan turun.
“Kalau hujan sedikit saja langsung licin. Tanah dari truk itu menutup jalan, motor gampang selip. Kami lewat sini harus pelan-pelan, tapi tetap saja berbahaya,” ujarnya.
Yadi, warga lain juga menyebut, tumpahan tanah sering kali tidak segera dibersihkan setelah aktivitas pengangkutan selesai. Akibatnya, lumpur mengendap di badan jalan dan menjadi ancaman bagi pengguna jalan, khususnya pada pagi dan sore hari saat lalu lintas ramai.
“Sudah sering kejadian motor jatuh. Kalau dibiarkan terus, bisa makin banyak korban,” keluhnya.
Warga berharap pihak pengelola proyek bertanggung jawab terhadap dampak pengangkutan tanah, seperti membersihkan jalan secara rutin dan memastikan tidak ada tanah yang tercecer di badan jalan. Selain itu, warga juga meminta pengawasan dari instansi terkait agar aktivitas proyek tidak kembali membahayakan keselamatan pengguna jalan. (*)

Update