
batampos – Harga beras di sejumlah pasar dan swalayan di Kota Batam naik. Kenaikan terjadi hampir pada seluruh jenis beras yang beredar di pasaran, mulai dari beras premium hingga beras medium yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.
Di kawasan Batam Center, harga beras Harumas yang sebelumnya dijual Rp14 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp16 ribu per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada beras Minang Raya yang saat ini dijual Rp16 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga beras Gonggong tercatat Rp13 ribu per kilogram, beras Jawa Raya Rp14.500 per kilogram, dan beras Putri Padang Rp13.500 per kilogram. Selain itu, sejumlah merek beras lainnya juga mengalami penyesuaian harga dengan besaran yang bervariasi.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Batam Rata-rata Naik, Pelaku UMKM Kian Tertekan
Murni, karyawan salah satu swalayan di Batam Center, membenarkan adanya kenaikan harga beras tersebut. Menurutnya, hampir seluruh merek beras mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
“Iya, harga beras naik semua. Harumas sekarang sudah Rp16 ribu per kilo. Merek lain juga ikut naik,” ujar Murni, Selasa (6/1).
Meski demikian, Murni menyebut kenaikan harga beras tidak terlalu berdampak pada minat beli masyarakat. Ia menilai beras merupakan kebutuhan pokok yang tetap dibeli meski harga mengalami kenaikan.
“Pembelian masih normal. Mau tidak mau masyarakat tetap beli karena memang kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Kenaikan harga beras ini turut dirasakan dampaknya oleh pedagang makanan. Dwi, salah seorang pedagang makanan di Batam, mengaku terpaksa menaikkan harga dagangannya karena biaya bahan baku yang terus meningkat.
“Beras mahal, ayam juga mahal. Semua bahan naik, jadi mau tidak mau harga jual ikut disesuaikan,” ujar Dwi.
Ia mengatakan, kondisi tersebut cukup memberatkan pedagang kecil karena harus menjaga agar harga tetap terjangkau di tengah daya beli masyarakat yang terbatas.
“Sebenarnya berat mau naikin harga, cuma mau bagaimana lagi. Semuanya serba naik,” sebutnya.
Baca Juga: Archipelago Angkat Fenomena Kuliner Korea Lewat “60 Seconds to Seoul”
Hal serupa juga disampaikan Syamsul, pedagang makanan lainnya. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok membuat margin keuntungan pedagang semakin tipis.
“Kalau tidak dinaikkan, kami rugi. Tapi kalau dinaikkan terlalu tinggi, pembeli bisa berkurang,” kata Syamsul.
Syamsul berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, terutama beras dan ayam, agar tidak terus menekan pedagang kecil dan masyarakat.
“Beras ini kebutuhan utama. Kalau harganya terus naik, dampaknya ke mana-mana,” pungkasnya. (*)



