
batampos – Aktivitas pelayaran ferry internasional dari Pelabuhan Internasional Batam Center menuju Singapura dan Malaysia hingga saat ini masih berjalan normal meski kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Riau tengah kurang bersahabat.
Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Pasaroan Samosir, mengatakan operasional ferry internasional tetap berlangsung dengan pengawasan ketat terhadap faktor keselamatan pelayaran.
“Untuk keberangkatan ferry internasional Batam Center ke Singapura dan Malaysia sejauh ini berjalan dengan baik. Walaupun cuaca kurang mendukung, kami selalu melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi terbaru kepada para nakhoda,” ujarnya, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, pihaknya secara rutin memperbarui informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan meneruskannya kepada seluruh operator kapal. Dalam sehari, Pelabuhan Internasional Batam Center melayani sekitar 50 – 55 trip perjalanan ferry internasional.
Baca Juga: Rokok Ilegal hingga Narkotika Masih Bayangi Batam
“Setiap hari kami update kondisi cuaca dari BMKG dan langsung disampaikan ke masing-masing nakhoda agar pelayaran tetap mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Sementara itu, BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang diperkirakan melanda seluruh wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kota Batam selama tiga hari ke depan.
Peringatan tersebut disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam. Cuaca ekstrem diprakirakan berlangsung mulai Rabu, 7 Januari- 10 Januari 2026.
Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Rizky F.W., menjelaskan bahwa angin kencang dipicu oleh aktifnya angin monsun Asia yang bertiup dari Benua Asia menuju Australia.
Baca Juga: Gelombang Tinggi, Penumpang Kapal Mual hingga Muntah
Angin tersebut bersifat basah dan membawa banyak uap air sehingga berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
“Kondisi ini juga diperkuat oleh masih aktifnya fenomena La Nina sehingga pergerakan angin terasa lebih cepat dan intens,” jelas Rizky.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, operator kapal, serta pengguna transportasi laut agar tetap waspada, memantau informasi cuaca terkini, dan tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai berisiko. (*)



