Jumat, 16 Januari 2026

Distributor Sebut Kenaikan Harga Ayam Potong Bersifat Sementara

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Harga ayam potong segar di pasaran Batam masih tinggi. Foto: Dok Batam Pos

batampos – Harga daging ayam di pasaran Kota Batam masih terpantau tinggi. Kenaikan harga ini diduga dipicu meningkatnya permintaan selama libur dan hari besar, sehingga memengaruhi harga ayam potong segar maupun ayam beku di tingkat pedagang.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Korw) Batam, Aryanto, mengatakan kenaikan harga daging ayam di momen hari besar keagamaan atau momen tertentu adalah biasa. Dimana saat itu terjadi peningkatan permintaan.

“Memang untuk daging ayam, kemungkinan besar pengaruh hari besar. Biasanya ada kenaikan harga,” ujar Aryanto, Senin (12/1).

Menurutnya, asosiasi juga berencana memanggil para pelaku usaha untuk mengetahui kondisi di lapangan secara lebih detail, termasuk faktor apa saja yang menyebabkan harga ayam mengalami kenaikan.

Baca Juga: Asosiasi Ungkap Alasan Distributor di Batam Belum Merespons Beras Premium dari Makassar

“Nanti akan kami panggil juga, kondisinya seperti apa. Kalau biasanya, kondisi seperti ini terjadi karena gejolak hari besar,” katanya.

Aryanto menilai, lonjakan harga daging ayam tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali normal setelah permintaan masyarakat menurun.

“Kemungkinan ini hanya sementara dan nanti akan turun kembali,” ujarnya.

Terkait daging ayam beku, Aryanto menjelaskan bahwa selama ini pasokannya memang didatangkan dari luar Batam, namun masih dari dalam negeri, bukan impor.

“Untuk ayam beku, selama ini memang didatangkan dari luar Batam, tapi bukan dari luar negeri,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga ayam beku juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan di pasaran.

“Permintaan sedang tinggi, itu juga berpengaruh terhadap harga,” katanya.

Sementara itu, pantauan di sejumlah pasar di Batam menunjukkan harga ayam potong segar saat ini berkisar Rp45 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam beku berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Kelurahan, Enam Koperasi Merah Putih di Batam Sudah Beroperasi

Salah seorang pedagang ayam potong, Ganjar, mengatakan perbedaan harga antara ayam segar dan ayam beku saat ini sangat tipis. Padahal, dalam kondisi normal, selisih harga bisa mencapai Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram.

“Biasanya beda harga ayam beku dan segar cukup jauh, bisa Rp5 ribu sampai Rp7 ribu. Tapi sekarang selisihnya tipis sekali,” ujarnya.

Meski demikian, Ganjar menyebutkan kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi daya beli masyarakat. Konsumen tetap membeli ayam karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Perbedaannya memang cukup terasa, tapi konsumen tetap beli karena memang sudah kebutuhan,” katanya. (*)

ReporterYashinta

Update