Selasa, 27 Januari 2026

Rawan Macet dan Kecelakaan, Warga Desak Pelebaran Jalan Tengku Sulung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan Tengku Sulung, Kecamatan Batam Kota, langganan macet dan kecelakaan lalu lintas. Warga mendesak pemerintah segera melakukan pelebaran jalan. F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos

batampos – Warga Tengku Sulung, Kecamatan Batam Kota, kembali menagih janji Pemerintah Kota Batam terkait pelebaran Jalan Tengku Sulung, khususnya di ruas Simpang Cikitsu menuju SMA Negeri 3 Batam. Proyek yang dijanjikan mulai dikerjakan pada awal 2026 itu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda realisasi di lapangan.

Kondisi Jalan Tengku Sulung yang sempit dinilai semakin membahayakan. Selain kerap memicu kemacetan parah pada jam sibuk pagi dan siang hari, ruas jalan tersebut juga rawan kecelakaan lalu lintas.

Kawasan ini merupakan akses utama menuju sejumlah sekolah, mulai dari SD 006, SD 009, SMP 28, SMA Negeri 3, SMA Negeri 26, hingga sekolah swasta seperti Al-Muhajirin dan Sultan Agung. Aktivitas antar-jemput siswa setiap hari membuat arus lalu lintas semakin padat.

Baca Juga: Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Batam, Pengawas Selidiki Penyebabnya

Warga menyebut, kemacetan yang terjadi bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga telah memicu beberapa insiden kecelakaan lalu lintas, bahkan melibatkan pelajar.

Ketua Tengku Sulung Squad, Rahman Yasir, mengatakan janji pelebaran jalan tersebut disampaikan langsung oleh Pemko Batam dalam audiensi bersama warga pada 21 November 2025.

Dalam pertemuan itu hadir Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah; Kepala Dinas Bina Marga, Dohar Hasibuan; Camat Batam Kota, Dwiki Septiawan, serta perwakilan warga Tengku Sulung.

“Janji mereka, tahap awal pelebaran akan dilakukan sepanjang 1.000 meter atau satu kilometer. Padahal total panjang Jalan Tengku Sulung sekitar 2,2 kilometer,” ujar Rahman kepada Batam Pos, Senin (26/1).

Saat itu, lanjut Rahman, pemerintah menyampaikan keterbatasan anggaran menjadi alasan pelebaran jalan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan sekitar SMA Negeri 3 Batam.

Baca Juga: Kinerja Kepelabuhanan Moncer, BP Batam Raup Rp468,4 Miliar

“Alasannya karena anggaran terbatas, jadi dikerjakan dulu seribu meter,” katanya. Namun hingga kini, warga belum memperoleh kepastian waktu pelaksanaan secara jelas.

“Awal tahun 2026 itu kan ngambang. Bulan apa, tanggal berapa, tidak ada kejelasan. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai,” ujarnya.

Rahman menegaskan, warga hanya menagih komitmen pemerintah agar janji tersebut tidak kembali tertunda atau anggarannya dialihkan ke program lain.

“Kami hanya menagih janji. Jangan sampai anggarannya dialihkan atau dilupakan. Jalan ini sudah lama jadi keluhan warga dan sangat rawan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos telah berupaya meminta tanggapan Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam, Dohar Hasibuan. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons meski telah dihubungi beberapa kali. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update