Selasa, 27 Januari 2026

Imlek Bertepatan Ramadan, Pola “Low Season” Penerbangan di Kepri Bergeser

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penumpang melakukan check-in di Bandaran Hang Nadim Batam beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Trafik penumpang pesawat Lion Air Group di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini masih terpantau stabil. Namun untuk beberapa jalur, pada pertengahan puasa ada pergerakan, yang mana biasanya penumpang lebih cenderung turun. Hal itu diduga yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.

Area Manager Lion Air Group Kepri, Amar Fernando, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, belum terlihat lonjakan ataupun penurunan jumlah penumpang secara mencolok.

“Untuk sekarang ini, berdasarkan data yang kami cek kemarin, memang belum terlihat signifikan, baik kenaikan maupun penurunannya. Masih relatif datar,” ujar Amar, Senin (26/1).

Menurutnya, secara umum periode tengah Ramadan memang cenderung menjadi masa sepi (low season) bagi penerbangan. Namun, pada tahun ini kondisi tersebut sedikit bergeser karena bertepatan dengan perayaan Imlek.

“Biasanya sebelum puasa itu low. Tapi karena Imlek bertepatan dengan Ramadan, low season-nya justru bergeser ke tengah puasa. Di awal puasa ini justru masih ada pergerakan,” jelasnya.

Amar menyebut, perayaan Imlek turut mendorong peningkatan trafik pada sejumlah rute tertentu, meski tidak merata di semua tujuan. Beberapa destinasi menunjukkan tren kenaikan yang cukup terlihat.

“Untuk Imlek, trafik yang cukup mendominasi itu Pangkal Pinang. Selain itu Palembang dan Pontianak juga terlihat jelas peningkatannya,” katanya.

Sementara itu, untuk rute Medan, peningkatan trafik dinilai belum terlalu signifikan. Adapun rute Jakarta tetap menjadi salah satu tujuan utama penumpang dari Batam dan sekitarnya.

“Jakarta termasuk, dan kami rencananya akan menambah extra flight khusus untuk Jakarta untuk mengakomodasi penumpang,” ujar Amar.

Selain Jakarta, Lion Air Group juga berencana menambah frekuensi penerbangan ke Pangkal Pinang. Rute yang sebelumnya hanya dilayani dua kali dalam sepekan, akan ditingkatkan menjadi empat kali seminggu.

“Jakarta dan Pangkal Pinang itu yang kami tambah frekuensinya. Arahnya ke situ,” ungkapnya.

Terkait waktu penambahan frekuensi tersebut, Amar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat manajemen. Ia dijadwalkan melaporkan pembaruan rencana tersebut dalam rapat rutin bersama jajarannya.(*)

ReporterYashinta

Update