Selasa, 27 Januari 2026

Ultimatum Putus Kontrak dari Li Claudia, Begini Tanggapan Air Batam Hilir

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang, pekan lalu.

batampos – Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, memanggil manajemen PT Air Batam Hilir (ABH) dan memberikan ultimatum tegas usai aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang terkait krisis air bersih. Li Claudia menekankan bahwa kontrak kerja sama dapat diputus apabila suplai air bersih ke Tanjung Sengkuang tidak mampu mengalir selama 24 jam penuh.

Sebelumnya, warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar mengeluhkan krisis air yang berlangsung berbulan-bulan, bahkan nyaris setahun, hingga memicu aksi protes.

Menanggapi ultimatum tersebut, Humas PT Air Batam Hilir, Ginda Alamasyah, menyatakan bahwa pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan distribusi air bersih ke wilayah Tanjung Sengkuang.

“Semua langkah yang kami lakukan merupakan hasil koordinasi dengan SPAM Batam,” ujar Ginda kepada Batam Pos, Senin (26/1) siang.

Baca Juga: Malam Ini, ABHi Pasang Flow Meter, Sejumlah Wilayah Tanjung Uncang Terdampak Gangguan Air

Ginda menegaskan, sebagai operator, ABH berkomitmen menjalankan operasional secara maksimal. Selain suplai melalui jaringan pipa, ABH juga menyiagakan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sesuai dengan permintaan dan kebutuhan warga.

“Untuk pengiriman water tanki, itu bergantung pada pesanan warga. Jika dibutuhkan lebih dari tiga atau empat tangki, tentu akan kami akomodasi,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini suplai air di Tanjung Sengkuang memang belum sepenuhnya merata. Masih terdapat sejumlah titik yang airnya mengalir tidak stabil, bahkan sesekali terhenti. Untuk menutup kekurangan tersebut, ABH terus menyalurkan air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah penyangga.

“Kondisinya memang belum semuanya optimal. Ada wilayah yang mengalir, ada juga yang belum. Maka dari itu, kami tetap mengirimkan water tanki untuk menambal kekurangan suplai,” ujarnya.

Ginda menyebut, ABH berharap adanya toleransi dari pelanggan di wilayah yang belum teraliri air secara normal. Menurutnya, suplai air melalui mobil tangki menjadi solusi sementara selama proses pemulihan layanan dilakukan.

“Pelanggan yang belum mendapatkan aliran air dari jaringan pipa bisa menerima suplai melalui water tanki. Ini bagian dari upaya pemulihan layanan,” katanya.

Baca Juga: Rawan Macet dan Kecelakaan, Warga Desak Pelebaran Jalan Tengku Sulung

Ia menambahkan, pemulihan layanan ke Tanjung Sengkuang akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bentuk komitmen ABH dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan SPAM Batam.

Saat ditanya terkait keluhan warga yang menyebut air bersih justru mulai mengalir sehari setelah aksi unjuk rasa, Ginda menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan yang memang terus dilakukan, bukan akibat penahanan suplai sebelumnya.

“Kami ini operator dan bertugas melakukan pemeliharaan sistem SPAM. Semua yang kami lakukan hasil koordinasi. Mengalirnya air setelah demo itu adalah bagian dari upaya pemulihan pelayanan yang terus kami lakukan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa ABH tidak pernah secara sengaja menahan distribusi air. Menurutnya, kendala yang terjadi selama ini berkaitan dengan sistem dan kondisi teknis di lapangan.

“Itu merupakan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan SPAM Batam,” ujarnya.

Menanggapi ultimatum dari Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Ginda memastikan bahwa ABH akan terus memaksimalkan suplai air bersih ke Tanjung Sengkuang, baik melalui jaringan pipa maupun distribusi menggunakan mobil tangki.

“Kami tetap berupaya agar air bisa terus mengalir di Tanjung Sengkuang. Saat ini air sudah mengalir meski belum merata. Jika masih kurang, suplai melalui water tanki akan terus kami lakukan,” kata dia. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update