Rabu, 28 Januari 2026

Jelang Imlek, Klenteng Tua Pek Kong Batam Berhias

Salah Satu Ikon Wisata Religi di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aseng salah seorang pengurus sedang mempersiapkan dan menghias Vihara Budhi Bhakti Tua Pek Kong menjelang perayaan Imlek, Senin (26/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026, suasana semarak mulai terasa di Klenteng Tua Pek Kong atau Vihara Budhi Bakti, Nagoya, Kota Batam.

‎Klenteng tertua di Batam ini tampak berbenah, dipenuhi warna merah menyala, ornamen khas Imlek, serta lalu lalang umat dan wisatawan yang datang silih berganti.

‎Pantauan Batam Pos, Senin (26/1) sore, halaman hingga ruang utama vihara dipenuhi pernak-pernik Imlek. Lampion merah bergantungan rapi, hiasan bunga dan ornamen keberuntungan terpasang di berbagai sudut, sementara aroma dupa perlahan memenuhi udara.

Di tengah kesibukan itu, umat tampak khusyuk menyalakan hio dan memanjatkan doa, sementara pengunjung lain menikmati suasana sambil mengabadikan momen.

Baca Juga: Kuliner Sehat, 5 Tempat Makan Vegetarian Halal di Batam

‎Imlek sendiri merupakan perayaan Tahun Baru bagi masyarakat Tionghoa, yang menandai pergantian tahun berdasarkan kalender lunar.

Perayaan ini bukan sekadar pergantian waktu, tetapi juga momentum spiritual untuk bersyukur, membersihkan diri dari hal-hal buruk di tahun sebelumnya, serta memanjatkan harapan akan keberuntungan, kesehatan, dan rezeki di tahun yang baru.

‎Tak heran jika menjelang Imlek, klenteng-klenteng seperti Vihara Budhi Bakti menjadi pusat aktivitas. Selain beribadah, masyarakat juga datang untuk merasakan atmosfer perayaan yang kental dengan nilai budaya dan spiritual.

‎Ucong, salah seorang pengunjung, mengaku datang tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga sekadar melihat-lihat dan menikmati suasana Imlek di klenteng tua tersebut. Menurutnya, Vihara Budhi Bakti selalu ramai menjelang Tahun Baru Imlek, baik oleh umat lokal maupun wisatawan.

‎“Pendatang hari ini ramai. Ada yang memang datang sembahyang, ada juga yang sekadar jalan-jalan. Dari Singapura dan Malaysia juga banyak,” kata Ucong di lokasi.

‎Ia menyebut, terlihat pula satu unit bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan ke vihara tersebut. Kehadiran wisatawan mancanegara menambah warna tersendiri, menjadikan klenteng ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata budaya dan religi.

Baca Juga: Imlek Bertepatan Ramadan, Pola “Low Season” Penerbangan di Kepri Bergeser

Vihara Budhi Bakti atau yang lebih dikenal sebagai Klenteng Tua Pek Kong merupakan salah satu ikon wisata religi di Batam.

Klenteng ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Tionghoa, khususnya umat Konghucu dan Buddha. Setiap Imlek, klenteng ini selalu menjadi tujuan utama untuk berdoa memohon keselamatan, kelancaran usaha, dan kehidupan yang lebih baik.

‎Menjelang Imlek, berbagai pernak-pernik khas mulai bermunculan. Lampion merah menjadi ornamen utama, melambangkan kebahagiaan, harapan, dan keberuntungan.

Selain itu, terdapat hiasan bertuliskan aksara Tionghoa yang bermakna rezeki, umur panjang, dan kemakmuran. Angpau merah juga mulai terlihat dijual di sekitar area vihara, sebagai simbol berbagi rezeki dan doa baik kepada sesama.

‎Tak ketinggalan, lilin-lilin besar berwarna merah dan emas tersusun rapi, siap dinyalakan umat sebagai simbol penerang jalan hidup dan harapan di tahun baru.

Aneka bunga hias, patung dewa-dewi, serta ornamen naga dan shio tahun berjalan turut memperkuat nuansa Imlek yang kental.

‎Imran, petugas keamanan vihara, mengatakan bahwa persiapan pernak-pernik Imlek sudah dilakukan sejak sekitar satu pekan terakhir. Pihak vihara secara bertahap mulai menghias area klenteng untuk menyambut puncak perayaan.

‎“Sudah dari seminggu yang lalu kita siapkan. Pelan-pelan dipasang supaya nanti pas Imlek suasananya sudah lengkap,” ujar Imran.

Baca Juga: Ultimatum Putus Kontrak dari Li Claudia, Begini Tanggapan Air Batam Hilir‎

Menurutnya, jumlah pengunjung biasanya akan terus meningkat mendekati hari H Imlek. Tidak hanya pada siang hari, malam hari pun vihara tetap ramai oleh umat yang datang berdoa.

‎Selain sebagai tempat ibadah, Klenteng Tua Pek Kong juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya. Di satu sisi, umat khusyuk menjalankan ritual keagamaan, di sisi lain pengunjung menikmati keindahan budaya Tionghoa yang sarat makna. Perpaduan inilah yang membuat suasana Imlek di vihara tersebut terasa hidup dan berwarna.

‎Menjelang Imlek, Vihara Budhi Bakti bukan sekadar dipenuhi ornamen merah dan cahaya lampion, tetapi juga harapan-harapan yang dipanjatkan dalam diam.

‎Doa untuk keluarga, kesehatan, usaha yang lancar, serta kehidupan yang lebih baik di tahun baru, mengalir bersama asap dupa yang perlahan naik ke udara, menandai datangnya Tahun Baru Imlek dengan penuh makna.

‎”Pas hari H Imlek nanti lebih ramai lagi pengunjung datang,” kata Imron. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update