
batampos – Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan. Menariknya, kondisi tersebut justru diiringi dengan meningkatnya minat beli masyarakat. Fenomena ini terlihat di Toko Emas Banda Baru, Mega Mall Batam Center, Selasa (27/1) sore.
Pantauan Batam Pos di lokasi, harga emas per gram kini telah menyentuh angka Rp3.094.000. Meski terbilang tinggi, pembeli justru semakin ramai mendatangi toko emas, terutama untuk keperluan investasi.
Karyawan Toko Emas Banda Baru, Amel, mengatakan lonjakan harga tidak menyurutkan minat masyarakat. Bahkan, jumlah pembeli jauh lebih banyak dibandingkan penjual.
“Yang beli jauh lebih banyak daripada yang jual. Karena harganya terus naik, jadi banyak yang memilih simpan emas,” ujarnya.
Amel menjelaskan, stok emas di tokonya masih tersedia dengan beragam pilihan berat, mulai dari 1 gram, 2 gram, 3 gram, 4 gram, 5 gram hingga 100 gram, sehingga pembeli bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Untuk harga, emas 24 karat premium dengan berat hingga 4 gram dijual sekitar Rp3.064.000 per gram. Sementara emas eksklusif dengan berat 5–40 gram dibanderol sekitar Rp2.927.000 per gram, dan emas dengan berat di atas 45 gram dijual sekitar Rp2.900.000 per gram.
Selain itu, Amel merinci harga emas berdasarkan berat tertentu. Untuk emas 5 gram dijual sekitar Rp14.806.000, emas 10 gram seharga Rp29.309.000, dan emas 25 gram dibanderol sekitar Rp72.753.000.
“Harga masih terus berubah-ubah dan cenderung naik. Memang trennya sedang naik,” tambahnya.
Salah seorang pembeli, Mira Maulani, mengaku membeli emas murni untuk tujuan investasi jangka panjang. Menurutnya, emas merupakan instrumen yang relatif aman karena nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
“Saya beli emas untuk investasi. Harganya naik terus, jadi menurut saya ini pilihan yang tepat,” katanya.
Sebagai generasi Z, Mira menilai investasi sejak dini merupakan hal penting. Ia memilih emas logam mulia bersertifikat dibandingkan perhiasan.
“Biar ada pegangan ke depan. Saya pilih logam mulia karena memang untuk disimpan, bukan dipakai,” ujarnya.
Ucik juga mengaku pekerjaannya menuntut banyak aktivitas di lapangan, sehingga ia tidak nyaman menggunakan perhiasan.
“Kerja di lapangan, jadi kurang percaya diri kalau pakai perhiasan. Takut juga mengundang perhatian,” tambahnya.
Ia menilai, menyisihkan sebagian gaji untuk membeli emas merupakan langkah yang bijak di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
“Saya pilih emas karena bisa untung dan aman,” katanya.(*)



