Jumat, 30 Januari 2026

Bea Cukai Batam Masuk dalam Agenda Evaluasi Kementerian Keuangan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah. f. istimewa

batampos – Kantor Bea dan Cukai (BC) Batam dipastikan menjadi salah satu instansi yang masuk dalam agenda evaluasi besar-besaran Kementerian Keuangan. Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, membenarkan bahwa BC Batam termasuk dalam perhatian pusat terkait rencana perombakan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Namun demikian, Zaky menyatakan hingga kini belum ada informasi resmi mengenai siapa saja pejabat dan posisi mana di BC Batam yang akan terdampak perombakan tersebut. Menurutnya, pihaknya masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari Kementerian Keuangan.
“Benar, Bea Cukai Batam disebut sebagai salah satu yang masuk evaluasi. Tapi untuk detail siapa dan jabatan apa yang akan dirombak, kami belum menerima kepastian,” ujar Zaky saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan akan melakukan “obrak-abrik” besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah ini diambil untuk memperbaiki kinerja, memperkuat pengawasan, serta menutup potensi kebocoran penerimaan negara.
Purbaya menegaskan, hampir seluruh pejabat di DJBC akan diganti, kecuali direktur jenderal.

Perombakan itu mencakup kepala wilayah hingga pejabat di pelabuhan-pelabuhan strategis yang dinilai belum optimal menjalankan tugas.

Rencana perombakan tersebut disebut akan diberlakukan dalam waktu dekat, dengan fokus pada lima pelabuhan besar di Indonesia, termasuk kawasan yang memiliki peran strategis dalam arus logistik dan perdagangan internasional.

Kebijakan tegas ini juga dimaksudkan sebagai peringatan keras kepada seluruh jajaran agar bekerja lebih profesional, transparan, dan serius dalam mendukung target penerimaan negara.

Di Batam, kebijakan tersebut menjadi sorotan mengingat posisi strategis daerah ini sebagai pintu masuk dan keluar barang ekspor-impor nasional. Publik kini menanti langkah lanjutan pemerintah pusat serta dampaknya terhadap tata kelola Bea Cukai di wilayah Batam.(*)

Update