Sabtu, 31 Januari 2026

359 Pengungsi Ditangani di Batam, 67 Anak Sudah Sekolah Formal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Daerah yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/2026). f. arjuna/ batam pos

batampos – Sebanyak 67 anak pengungsi luar negeri kini telah mengenyam pendidikan formal di Kota Batam. Di tengah penanganan 359 pengungsi yang tersebar di dua lokasi penampungan, Pemko Batam memastikan hak dasar, terutama pendidikan dan kesehatan, tetap terpenuhi.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Daerah yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1/2026).

Dia mengatakan, akses pendidikan jadi salah satu fokus utama Pemko Batam dalam memastikan anak-anak pengungsi tetap mendapatkan hak belajar selama berada di Kota Batam.

“Saat ini tercatat sebanyak 67 anak pengungsi telah mengikuti pendidikan formal di berbagai jenjang sekolah di Batam, sementara 38 anak lainnya mengikuti program persiapan sekolah,” kata Firman.

Selain pendidikan formal, Pemko Batam juga memfasilitasi anak pengungsi berkebutuhan khusus untuk mengakses layanan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).

Secara keseluruhan, saat ini Batam menangani 359 pengungsi yang didampingi oleh International Organization for Migration (IOM). Para pengungsi tersebut tersebar di dua lokasi penampungan sementara, yakni Hotel Kolekta Lubuk Baja dan Akomodasi Non-Detensi (AND) Sekupang.

Berdasarkan data, mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan sebanyak 227 jiwa, disusul Sudan 84 jiwa, Somalia 20 jiwa, serta sisanya dari sejumlah negara lainnya.

Sebagai wilayah perbatasan dan kawasan strategis nasional, Batam memiliki tantangan tersendiri dalam menangani isu lintas negara. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pemantauan hunian, penanganan sosial kemasyarakatan, hingga pemeliharaan ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Sinergi antarinstansi sangat penting agar penanganan pengungsi berjalan optimal dan tetap menjaga kondusivitas daerah,” kata dia.

Selain sektor pendidikan, Pemko Batam juga memperkuat layanan kesehatan bagi para pengungsi melalui kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes), puskesmas, rumah sakit, serta mitra pelaksana. Layanan yang diberikan mencakup edukasi kesehatan, skrining dasar, layanan kesehatan mental dan psikososial, hingga rujukan medis sesuai kebutuhan.

Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan para pengungsi, khususnya anak-anak, tetap memperoleh perlindungan dan layanan dasar yang layak selama berada di Batam. (*)

 

ReporterArjuna

Update