Sabtu, 31 Januari 2026

Keluhkan Air Bersih, Warga Tanjung Sengkuang Titip Harapan pada Aparat dan Pemerintah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga Tanjung Sengkuang berdiskusi dengan Kapolresta Barelang terkait krisis air yang mereka hadapi. F.Istimewa

batampos – Keluhan warga terkait krisis air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, kembali mencuat. Kesulitan mendapatkan air bersih yang dialami hampir setiap hari mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Polresta Barelang, dalam pertemuan dialogis yang digelar di Ruang Kapolresta Barelang, Kamis (29/1).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari sejumlah RW di Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Warga memanfaatkan forum ini untuk mengungkapkan langsung dampak keterbatasan air bersih terhadap kehidupan sehari-hari mereka.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Pertemuan ini kami laksanakan untuk mendengar langsung keluhan warga sekaligus mencari solusi atas permasalahan air bersih yang terjadi di Tanjung Sengkuang,” ujar Anggoro.

Baca Juga: Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Batam Sasar 90 Ribu Peserta Tahun Ini

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Air Batam Hilir (ABH) dan PT Moya sebagai instansi terkait. “Kami akan terus memfasilitasi dan mengawal penyelesaian persoalan distribusi air bersih agar penanganannya berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran,” katanya.

Dalam forum tersebut, warga mengeluhkan pasokan air yang sering kali hanya mengalir dengan debit kecil dan waktu yang tidak menentu. Kondisi ini dinilai sangat menyulitkan, terutama untuk kebutuhan dasar rumah tangga. Warga berharap distribusi air dapat dilakukan secara rutin pada pagi hari.

Ketua RW 02 Tanjung Sengkuang, Ustaz Modiliwang, mengatakan persoalan air bersih sudah lama dirasakan oleh masyarakat.

“Air ini kebutuhan paling dasar. Kalau air tidak ada, semua aktivitas warga terganggu. Kami berharap distribusi air bisa mengalir antara pukul 05.00 WIB sampai 12.00 WIB agar warga bisa beraktivitas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tetap berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban. “Kami sepakat menjaga kamtibmas di Batam. Tapi kami juga berharap keluhan ini mendapat perhatian serius dan segera ada solusi nyata,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat RW 12, Abdul Latif. Ia menyoroti kondisi pasokan air yang semakin krusial menjelang bulan Ramadan.

“Kami sangat berharap selama Ramadan nanti air bisa mengalir lancar. Air sangat dibutuhkan untuk ibadah dan aktivitas sehari-hari warga,” ujarnya.

Baca Juga: Rawan Kecelakaan di Bukit Kemuning, Warga Minta Pasang Pita Penggaduh

Abdul Latif juga menjelaskan bahwa sejak masa peralihan pengelolaan air dari PT Adhya Titra Batam (ATB) ke ABH, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Di RW 01, debit air kecil sudah hampir satu tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena ukuran pipa distribusi yang kecil, ungkapnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kapolresta Barelang mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan tidak mudah terhasut pihak-pihak yang ingin memanfaatkan persoalan air bersih untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polresta Barelang melalui jajaran Intelkam telah berkoordinasi dengan ABH dan PT Moya terkait permasalahan debit air di RW 01 dan dilaporkan telah dilakukan penanganan. Warga berharap langkah ini tidak bersifat sementara, melainkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang.

Sementara itu, Polsek Batuampar juga mengawal pendistribusian bantuan air bersih melalui mobil tangki yang disalurkan pemerintah. Sebanyak 39 mobil tangki air didistribusikan ke wilayah terdampak sebagai solusi darurat.

“Pengamanan ini kami lakukan agar pendistribusian air berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran,” kata Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah.

Melalui pertemuan ini, masyarakat Tanjung Sengkuang berharap keluhan yang mereka sampaikan benar-benar ditindaklanjuti, sehingga air bersih dapat kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga. (*)

 

Update