Rabu, 4 Februari 2026

Pengusaha Batam Tertipu dan Uang Miliaran Terbang, Polisi Telusuri Aliran Dana Korban

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari. F.Yashinta

batampos – Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan penipuan siber melalui tautan palsu yang menimpa seorang pengusaha di Kota Batam. Saat ini, polisi tengah menelusuri aliran dana korban guna mengungkap jejak pelaku.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, mengatakan penyidik telah meminta rekening koran milik korban untuk menelusuri perpindahan uang pascakejadian.

“Saat ini kami sedang meminta rekening koran korban untuk menelusuri aliran dananya. Untuk kerugiaan korban sekitar Rp 1,3 miliar ,” kata Arif, kemarin.

Baca Juga: BNNP Kepri Tegaskan Tak Ada WNA Positif Narkotika dalam Razia THM Batam

Menurut Arif, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui ke mana dana korban mengalir setelah berpindah dari rekening utama. Termasuk mengidentifikasi rekening-rekening tujuan yang diduga digunakan pelaku.

Namun hingga kini, keberadaan pelaku masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap identitas serta lokasi pelaku penipuan tersebut.

“Untuk pelaku masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan bukti dan petunjuk,” ujarnya.

Arif mengungkapkan, korban dalam kasus ini berinisial A, seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian hingga miliaran rupiah setelah dana di rekeningnya berpindah tanpa disadari.

Kasus ini bermula ketika korban mengklik tautan yang menyerupai situs resmi perbankan melalui mesin pencari internet. Tanpa curiga, korban memasukkan data perbankan seperti biasa. Belakangan diketahui, tautan tersebut merupakan link palsu yang dibuat hampir identik dengan situs resmi bank.

Baca Juga: Spesialis Hipnotis yang Ditangkap di Batam Beraksi 10 Tahun di 6 Provinsi

Arif berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada dalam bertransaksi secara digital, terutama terkait tautan yang beredar di internet.

“Kami imbau masyarakat lebih teliti dan berhati-hati terhadap tautan yang akan diklik. Modus penipuan siber sangat beragam dan terus berkembang,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat diminta memastikan alamat situs perbankan benar-benar resmi serta tidak sembarangan memasukkan data pribadi, terutama username, password, maupun kode OTP.

“Sekali lengah, dampaknya bisa sangat besar. Pastikan selalu keamanan sebelum bertransaksi,” pungkas Arif. (*)

ReporterYashinta

Update