Rabu, 4 Februari 2026

Kasus Penemuan Jasad Bayi di Tanjunguma: Polisi Telusuri Rumah Sakit, Orang Tua Bayi Masih Misterius

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi kaki bayi (freepik)

batampos – Misteri penemuan jasad bayi perempuan yang mengapung di perairan Pantai Tanjung, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, hingga kini belum terungkap. Hingga Selasa (3/2/2026), identitas orangtua sekaligus pelaku pembuangan bayi tersebut masih belum diketahui dan terus didalami pihak kepolisian.

Kapolsek Lubuk Baja, Deni Langie, mengatakan penyelidikan masih berjalan intensif. Polisi terus mengumpulkan keterangan serta mendalami sejumlah bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
“Orangtua dan pelaku pembuangan bayi masih misterius. Kami masih mendalami keterangan aksi serta bukti-bukti yang ditemukan di TKP,” ujar Kompol Deni Langie saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).

Sebagai bagian dari upaya penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja juga melakukan langkah penelusuran ke sejumlah fasilitas kesehatan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui wawancara dan koordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kemungkinan adanya pasien yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Adapun rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang didatangi antara lain RS Elizabeth, RS Frisdhy Angel, RS Harapan Bunda, RS Budi Kemuliaan, serta Batam Medika Center.

Kapolsek menjelaskan, koordinasi tersebut dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya perempuan yang menjalani tindakan kuret atau pembersihan ari-ari dalam rentang waktu yang berkaitan dengan penemuan jenazah bayi di Tanjung Uma.
“Kami juga mengimbau pihak rumah sakit, apabila menemukan atau mengetahui ada seorang perempuan yang melakukan kuret atau pembersihan ari-ari, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus ini bermula pada Kamis (22/1/2026) malam, ketika seorang remaja bernama Marvel (16) menemukan benda mencurigakan saat memancing di tepi Pantai Tanjung sekitar pukul 22.05 WIB. Setelah disorot menggunakan senter bersama abangnya, benda tersebut diketahui merupakan jasad bayi perempuan yang mengapung.

Jasad bayi itu kemudian dievakuasi ke daratan dan dilaporkan kepada warga serta aparat kepolisian. Selanjutnya, jasad bayi dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian bayi tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pemeriksaan saksi, penelusuran bukti, maupun koordinasi dengan fasilitas kesehatan, guna mengungkap identitas orangtua dan pelaku pembuangan bayi itu. (*)

Update