Rabu, 4 Februari 2026

RSBP Batam Fasilitasi Skrining Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas medis di RSBP memeriksa seorang anak dan selanjutnya melakukan skrining jantung. f. istimewa
batampos – Rumah Sakit BP (RSBP) Batam menggelar skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak lebih awal, yakni Sabtu (31/1/2026), meskipun secara nasional peringatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-14 Februari di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah percepatan ini menjadi bagian dari peringatan CHD Awareness Week 2026 sekaligus wujud komitmen RSBP Batam dalam mendorong deteksi dini PJB pada anak. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kelainan jantung bawaan kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada fase awal kehidupan.
Ketua FErKI Batam, Fandi Ahmad, menyampaikan, bahwa PJB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Berdasarkan perkiraan, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran hidup.
“Banyak kasus baru terdeteksi setelah menimbulkan keluhan. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan masa depan anak,” katanya.
Melalui skrining tersebut, anak-anak yang terindikasi memiliki kelainan jantung bawaan akan diarahkan menjalani pemeriksaan dan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis di RSBP Batam sesuai kebutuhan medis. Dengan demikian, skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan menjadi pintu masuk layanan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi arahan pimpinan BP Batam, khususnya Kedeputian Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam tetap mengedepankan pelayanan sosial dan promotif kepada masyarakat.
Menurutnya, komitmen itu tetap dijalankan meskipun secara pengelolaan RSBP Batam berstatus sebagai badan usaha yang diperkenankan melakukan aktivitas bisnis sesuai ketentuan.
“Skrining ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, mendapatkan akses deteksi dan penanganan sedini mungkin,” kata Tanto.
Skrining PJB ini menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, yang meliputi deteksi dini, pelayanan medis terukur, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat dan keluarga pasien.
Program tersebut sejalan dengan nilai PRIMA yang diusung RSBP Batam, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat, dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Batam dan sekitarnya.(*)
ReporterArjuna

Update