Kamis, 5 Februari 2026

DBD Masih Landai di Awal Tahun, Namun Warga Batam Diminta Tak Lengah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Dok.Batam)

batampos – Ancaman demam berdarah dengue (DBD) masih membayangi warga Batam, terutama di tengah curah hujan yang masih cukup tinggi. Meski demikian, hingga 31 Januari 2026, jumlah kasus DBD yang tercatat di Kota Batam masih relatif rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, sepanjang Januari 2026 tercatat 50 kasus DBD dan belum ada laporan kematian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kondisi pada 2024 dan 2025 yang sempat mengalami lonjakan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan kondisi ini patut disyukuri, namun masyarakat tetap diminta tidak lengah. Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan kasus DBD biasanya terjadi pada bulan-bulan tertentu.


“Kalau kita lihat trennya, awal tahun memang masih relatif landai. Tapi biasanya kasus mulai meningkat saat curah hujan tinggi dan memasuki pertengahan tahun,” ujar Didi, Rabu (4/2).

Baca Juga: BMKG: Curah Hujan di Kepri Rendah hingga Akhir Februari, Intensitas Meningkat di Maret

Data Dinkes Batam mencatat, pada 2024 terdapat 871 kasus DBD dengan 14 kematian. Sementara pada 2025 jumlah kasus menurun menjadi 809 kasus dengan tiga kematian. Adapun pada awal 2026 ini, hingga akhir Januari, belum ditemukan kasus kematian akibat DBD.

Dari sisi tingkat penularan, incident rate (IR) DBD Kota Batam pada 2026 tercatat 3,73 per 100.000 penduduk. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan IR 2024 sebesar 68,21 dan IR 2025 sebesar 60,28 per 100.000 penduduk.

Berdasarkan karakteristik penderita, kasus DBD di awal 2026 didominasi laki-laki sebanyak 27 orang, sementara perempuan 23 orang. Kelompok usia anak dan remaja masih menjadi kelompok yang cukup rentan terhadap penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Baca Juga: Bekuk Komplotan Pencuri Motor, Polsek Seibeduk Sita 20 Unit Motor Curian

Didi kembali mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penularan DBD. Ia mengimbau warga untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Pencegahan tetap menjadi kunci. Kalau lingkungan bersih dan PSN dilakukan rutin, risiko penularan bisa ditekan,” katanya. (*)

Update