Sabtu, 7 Februari 2026

Aliran Air Masih Mandek di Kampung Lama Tanjung Sengkuang, Warga Bergantung Air Tangki ‎

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar, Minggu (1/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Warga Kampung Lama Tanjung Sengkuang, Batuampar, Kota Batam kembali mengeluhkan kondisi air bersih yang tidak mengalir ke rumah-rumah mereka. Sejak Selasa, 3 Februari 2026, aliran air dilaporkan terhenti dan menyulitkan aktivitas sehari-hari warga.

‎Salah seorang warga, Ibu Siti Khodijah, mengatakan bahwa sebelumnya air sempat mengalir usai aksi demo, namun hanya pada waktu tertentu dan dalam durasi terbatas.

‎“Waktu itu air sempat mengalir, tapi cuma malam hari, sekitar jam satu sampai jam empat subuh, atau paling telat jam dua sampai jam lima pagi. Setelah itu seharian mati,” ujarnya, Kamis (5/2) sore.

‎Meski aliran air hanya muncul pada malam hari, kondisi tersebut dinilai masih cukup membantu karena warga dapat menampung air untuk kebutuhan harian. Namun, sejak dua hari terakhir, air kembali tidak mengalir sama sekali.

Baca Juga: BP Batam Pasang Target Tinggi 2027: Penyelesaian Soal Air hingga Pertumbuhan Ekonomi

‎“Sekarang sudah dua hari ini air benar-benar tidak mengalir. Jadi makin susah. Kami terpaksa minta bantuan air dari tangki yang dikirim pihak ABH,” kata Siti.

‎Ia menambahkan, meski bantuan air tangki tersedia, warga harus rela menunggu karena antrean cukup panjang.

‎“Yang minta air banyak, jadi harus menunggu. Kalau bisa, kami berharap air setidaknya tetap mengalir walau malam hari, supaya bisa ditampung. Jangan sampai tidak mengalir sama sekali,” harapnya.

‎Sementara itu, Ketua RW 02 Kampung Tua Tanjung Sengkuang, Moddin Liwang, menyebut kondisi aliran air di wilayahnya masih relatif normal.

‎“Lumayan seperti biasa. Kalau airnya kurang, dibantu air tangki,” ujarnya.

Menurut Moddin, air di wilayahnya umumnya mengalir lancar pada malam hari, sekitar pukul 22.00 hingga pagi, meski debitnya mengecil di siang hari. Siangnya masih agak kecil,” katanya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan warga yang tidak teraliri air telah diakomodir melalui pengiriman air tangki. Dalam satu hari, permintaan air bisa mencapai tujuh hingga sembilan tangki, tergantung kebutuhan warga, dan dikoordinasikan melalui pengurus RW/RT setempat.


Baca Juga: Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Kebakaran, Damkar Batam Imbau Warga Lebih Waspada

‎Menanggapi kondisi tersebut, Humas Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, mengatakan pihaknya tengah berupaya memaksimalkan kembali sistem penyeimbangan distribusi air di wilayah Tanjung Sengkuang.

‎“Kami sedang berusaha mengoptimalkan kembali sistem penyeimbangan di sana. Selain itu, wilayah Tanjung Sengkuang juga kami bantu dengan pengiriman air tangki,” ujarnya.

‎Menurut Ginda, meski aliran air belum sepenuhnya normal, ABH tetap berupaya memenuhi kebutuhan warga melalui suplai air bersih.

‎“Tetap kami optimalkan. Walaupun air belum mengalir, kebutuhan warga kami bantu lewat tangki. Berapa pun kebutuhannya akan kami akomodir melalui pemesanan lewat RT, RW, dan perangkat setempat,” katanya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update