Rabu, 11 Februari 2026

Kebakaran Bukit Mata Kucing Lima Hari, Pemadam Kesulitan Padamkan Api di Bukit ‎

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi kebakaran hutan.

batampos – Api melalap hutan dan lahan di kawasan Bukit Mata Kucing yang merambat hingga ke wilayah Kibing dan rumah liar dekat Perumahan Bumi Permai dan Bukit Rindang Kecamatan Batuaji, Kota Batam berlangsung selama hampir lima hari dan nyaris mengancam permukiman warga.

‎Si jago mera melahap area perbukitan yang cukup luas, diperkirakan hampir satu bukit, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas

‎Kebakaran tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dan kebun. Api yang awalnya muncul di kawasan Bukit Mata Kucing itu, kemudian merambat masuk ke Bukit Kibing akibat tiupan angin utara yang kencang, lalu mendekati ruli warga sekitar lokasi.

‎Juliani Lobang, warga Bukit Permai, menduga kebakaran tersebut disengaja untuk membuka lahan di kawasan Bukit Mata Kucing.

Baca Juga: Api Diduga Berasal dari Bengkel, Enam Kios Hangus dan Kerugian Nyaris Rp500 Juta

‎“Kami melihat ada oknum yang sengaja membakar. Soalnya selama lima hari berturut-turut kebakaran terus terjadi. Pada saat pemadam dan pihak kepolisian berjaga semalaman di lokasi, keesokan paginya kebakaran tidak muncul lagi,” kata dia.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam melalui Kepala Bidang Operasional, Andi, membenarkan bahwa pihaknya turun langsung ke lokasi pada Minggu (8/2) malam dengan fokus utama melindungi permukiman warga.

‎“Waktu itu kami bukan berada di atas Bukit Mata Kucing. Informasi yang kami terima, api berasal dari Mata Kucing lalu menyeberang ke Kibing,” ujar Andi kepada Batam Pos, Selasa (10/2) siang.

‎Menurutnya, kondisi angin yang cukup kencang menjadi faktor utama cepatnya perambatan api. Api bergerak dari bukit ke bukit hingga mendekati kawasan pemukiman di belakang rumah warga.

‎“Kemungkinan karena angin kencang, jadi api cepat menyeberang ke bukit Kibing yang dekat dengan rumah warga,” katanya.


Baca Juga: Akses Modal Makin Mudah, Dana Bergulir KUKM Batam Kini Terima Jaminan Mobil

Andi mengaku hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan secara rinci luas area yang terbakar. Namun, ia memastikan kebakaran tersebut cukup besar dan berpotensi membahayakan warga.

‎“Kami belum bisa pastikan luasnya karena kondisi bukit dan api sudah menyebar ke banyak titik. Tapi jelas ini kebakaran besar, apinya sudah sampai dekat rumah warga,” ujarnya.

‎Untuk memadamkan api, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran, termasuk bantuan dari BP Batam, dikerahkan ke lokasi. Namun, medan yang sulit membuat petugas tidak dapat menjangkau titik api di puncak bukit.

‎“Unit kami kesulitan naik ke atas karena medan curam. Kami terpaksa bertahan di bawah, sekitar 200 meter dari rumah warga,” jelasnya.

‎Petugas pemadam bahkan harus berjaga selama satu malam penuh di lokasi untuk memastikan api tidak merembet ke permukiman. Mereka baru kembali ke rumah keesokan harinya pada pagi hari.

‎“Semalaman kami di lokasi, tidak tidur. Baru bisa balik ke rumah sekitar jam 10 pagi,” kata Andi.

‎Beruntung, tidak ada rumah warga yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut. Api hanya melalap semak belukar dan beberapa pondok kebun di kawasan perbukitan.

‎“Alhamdulillah rumah warga aman. Yang terdampak hanya rumah kebun yang berada di jalur api,” ujarnya.

Baca Juga: Asap Kebakaran Hutan Bukit Mata Kucing Masuk Permukiman, Warga Diminta Pakai Masker

‎Terkait penyebab kebakaran, Andi mengaku belum dapat memastikan pemicunya. Namun, ia menyebut adanya informasi dari warga yang menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan.

‎“Banyak informasi dari warga yang menyebut ada pembukaan lahan atau kebun. Tapi itu belum bisa kami pastikan kebenarannya, masih sebatas informasi,” tegasnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa proses pemadaman cukup sulit karena akses terbatas. Petugas harus menyambung hingga 25 selang pemadam agar air dapat mencapai titik api di dalam bukit.

‎“Medannya sulit dijangkau. Unit tidak bisa masuk, jadi kami sambung sampai sekitar 25 selang untuk menjangkau lokasi kebakaran,” katanya.

‎Setelah berlangsung hampir lima hari dengan kondisi api sempat mati-padam, Andi memastikan kebakaran saat ini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

‎Menghadapi kondisi cuaca kering dan angin utara yang masih kencang, Andi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

‎“Kami minta masyarakat jangan bakar sampah sembarangan, jangan buang puntung rokok sembarangan. Angin kencang dan cuaca kering sangat mudah memicu kebakaran,” kata dia. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update