Jumat, 13 Februari 2026

Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Forkopinda meninjau pembersihan eceng gondok di Duriangkang pada acara pencanangan Gerakan Masyarakat Batam Asri, Rabu (11/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengerahkan lebih dari 5.600 personel untuk melakukan gotong royong (goro) serentak melalui Gerakan Masyarakat Batam ASRI. Aksi bersih-bersih ini menyasar 12 kecamatan, kawasan pantai, drainase, hingga pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang.

Pencanangan Gerakan Batam ASRI diawali dengan apel di Dataran K-Square, Batam Center, Rabu (11/2). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar daerah melakukan pembenahan lingkungan secara menyeluruh.

“Pak Presiden menekankan agar daerah-daerah ini bersih, baik provinsi, kabupaten, maupun kota,” ujar Amsakar.


Baca Juga: Batam Bersiap Terapkan Program Gentengisasi, Seng Dinilai Tak Layak Hunian

Ia menjelaskan, instruksi tersebut mencakup penataan kota secara total, mulai dari persoalan sampah, bangunan liar, hingga infrastruktur yang mengganggu estetika dan kenyamanan masyarakat.

“Tidak boleh lagi ada sampah. Tidak boleh lagi ada bangunan yang mengganggu keindahan. Tidak boleh lagi ada kabel-kabel listrik yang semrawut,” katanya.

Gerakan Batam ASRI dilaksanakan serentak di 12 kecamatan se-Kota Batam. Salah satu fokus utama adalah pembersihan eceng gondok di Waduk Duriangkang, yang merupakan sumber air baku utama bagi masyarakat Batam.

“Kami masuk dari Pandan Wangi untuk membersihkan eceng gondoknya,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Jam Sekolah Selama Ramadan Diubah, Disdik Batam Tetapkan Masuk Pukul 08.00 WIB

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turun langsung ke lapangan memantau pembersihan drainase dan eceng gondok di sekitar waduk. Ia terlihat berada di lokasi bersama petugas yang mengoperasikan alat berat.

Selain waduk, gerakan ini juga menyasar kawasan pantai yang terdampak tumpahan minyak serta kiriman sampah akibat angin utara.

“Sekarang musim utara, sampah mulai masuk ke arah kita dan itu harus dibersihkan,” katanya.

Tidak hanya kawasan alam, Gerakan Batam ASRI juga menyasar fasilitas publik dan pusat aktivitas masyarakat, seperti kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, ruko, kawasan usaha, hotel, hingga kantor kecamatan dan kelurahan.

Drainase yang berpotensi memicu banjir turut menjadi perhatian, termasuk dam dan sumber air yang dinilai memengaruhi debit air di Batam.

“Objek kita juga menyasar drainase yang menyebabkan Batam banjir, serta dam-dam yang membuat debit air makin berkurang,” ujarnya.

Ke depan, Pemko Batam berencana menerbitkan edaran wali kota untuk mengatur pelaksanaan Batam ASRI secara berkala, baik mingguan maupun bulanan. Program ini akan melibatkan instansi pemerintah, swasta, sekolah, rumah ibadah, hotel, serta berbagai lokasi strategis lainnya.

Baca Juga: Universitas Batam Jadi Tuan Rumah Launching PPDS Empat Kampus di Sumatra

Gerakan ini melibatkan ASN, perangkat daerah, BP Batam, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha. Amsakar menegaskan, Batam ASRI harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Yang diperlukan di Batam ini adalah membangun semangat kolektif. Semua orang harus membangun energi positif agar Batam semakin baik ke depan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar tidak ada narasi kontraproduktif yang dapat memecah kebersamaan. “Kalau kita bersama dan bersatu padu, insya Allah Batam akan menjadi lebih hebat dan lebih besar lagi,” pungkasnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update