
batampos – Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kota Batam pada Rabu (17/2) menghadirkan dua potret berbeda. Jika malam sebelumnya kawasan Nagoya dipadati warga yang merayakan pergantian tahun baru Tionghoa, maka pada siang harinya pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Jodoh dan Nagoya justru tampak lengang.
Sejumlah toko dan tempat usaha memilih tutup, sementara hujan yang mengguyur kawasan tersebut semakin menambah kesan sepi.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan ruko di sekitar Nagoya dan Jodoh dalam kondisi tertutup. Aktivitas perdagangan yang biasanya ramai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara terlihat menurun drastis.
Beberapa pusat perbelanjaan tetap buka, namun jumlah pengunjung jauh berkurang dibandingkan hari biasa.
Baca Juga: Bukber Mewah di Batam: 5 Hotel Sajikan Hidangan Nusantara Selama Ramadan 2026
Ardi, warga Nagoya, menilai kondisi tersebut wajar terjadi setiap perayaan Imlek. “Sebagian besar pemilik toko dan tempat usaha merayakan Imlek bersama keluarga. Jadi memang banyak yang tutup,” ujarnya.
Ia menambahkan, faktor cuaca hujan juga membuat masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah.
Berbeda dengan suasana siang hari, kemeriahan justru terasa pada Selasa (16/2) malam. Kawasan Simpang Nagoya atau yang dikenal sebagai Simpang Martabak Har dipenuhi warga yang ingin merayakan malam pergantian tahun.
Arus lalu lintas sempat tersendat akibat membludaknya pengunjung yang memadati area tersebut. “Benar benar ramai semalam, siang ini sepih,” kata Marno, warga lainnya.
Perayaan terpusat dalam agenda Pesta Rakyat Imlek 2577 yang digelar di kawasan Komplek Bumi Indah, Nagoya. Beragam suguhan festival budaya Tionghoa ditampilkan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, atraksi barongsai, hingga bazar pelaku UMKM yang menjajakan aneka kuliner dan produk khas perayaan Imlek.
Baca Juga: Ada Masa Peralihan 3 Bulan untuk Reaktivasi bagi PBI BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan
Masyarakat dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya warga keturunan Tionghoa, perayaan tersebut juga dihadiri masyarakat umum yang ingin menikmati suasana kebersamaan dan kemeriahan malam Imlek. Puncak acara ditandai dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Nagoya.
Kemeriahan malam pergantian tahun tersebut menjadi momentum kebersamaan lintas etnis di Batam. Selain mendorong perputaran ekonomi melalui bazar UMKM, kegiatan ini juga memperkuat nilai toleransi dan keberagaman yang selama ini terjalin di kota industri tersebut.
Meski pada hari perayaan utama suasana perdagangan cenderung sepi, aktivitas diperkirakan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Warga pun berharap perayaan Imlek tahun ini membawa harapan baru, keberuntungan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat Batam. (*)



