Rabu, 18 Februari 2026

Rumah Sakit Lokal Didorong Berbenah dan Tingkatkan Layanan di Tengah Bayang-bayang KEK Kesehatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos -Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan di Batam mulai mengubah peta persaingan layanan medis. Rumah sakit lokal kini didorong meningkatkan mutu layanan dan fasilitas untuk tetap kompetitif di tengah berbagai insentif yang dinikmati fasilitas kesehatan di dalam kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menilai KEK kesehatan membawa tantangan struktural baru. Salah satunya terkait insentif fiskal, termasuk pembebasan pajak yang berdampak langsung pada efisiensi investasi alat kesehatan.

“Dengan pembebasan pajak, biaya pengadaan alat kesehatan di KEK menjadi jauh lebih efisien. Ini membuat fasilitas mereka berpotensi lebih lengkap dibanding rumah sakit pada umumnya,” kata Didi, Selasa (17/2).


Ia mencontohkan, pada skema biasa, pengadaan alat kesehatan bernilai miliaran rupiah masih dibebani pajak tinggi.

Sementara di KEK, beban tersebut dihilangkan, sehingga dana bisa dialihkan untuk peningkatan kualitas layanan atau penambahan teknologi medis.

Selain fasilitas, kemudahan juga diberikan bagi tenaga medis yang ingin berpraktik di kawasan KEK. Menurut Didi, proses perizinan di kawasan tersebut relatif lebih fleksibel dibandingkan mekanisme perizinan di luar kawasan yang mensyaratkan berbagai sertifikasi tambahan.

Meski demikian, rumah sakit lokal dinilai masih memiliki basis layanan kuat, terutama karena tetap melayani peserta program BPJS Kesehatan. Skema jaminan kesehatan nasional ini masih menjadi tulang punggung akses layanan kesehatan masyarakat.

“Rumah sakit lokal masih memiliki keunggulan karena tetap melayani BPJS. Sementara fasilitas di KEK belum mengarah ke sana,” ujarnya.

Di sisi lain, masuknya investor global diperkirakan akan mempercepat transformasi sektor kesehatan di Batam.

Salah satu proyek terbaru datang dari kolaborasi Mayapada Hospital Group dengan Apollo Hospitals yang berencana menghadirkan fasilitas kesehatan dan pendidikan medis berstandar internasional.

Didi menilai, kehadiran pemain besar seharusnya menjadi momentum pembenahan bagi fasilitas kesehatan daerah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi peralatan medis, hingga pembaruan sistem manajemen layanan menjadi kebutuhan mendesak.

“Ini bukan hanya tantangan, tapi peluang. Rumah sakit daerah harus menjadikannya pemicu untuk meningkatkan kualitas layanan agar tetap menjadi pilihan masyarakat,” kata dia.

Ke depan, Dinas Kesehatan Batam menyatakan akan terus mendorong fasilitas kesehatan lokal agar adaptif terhadap perubahan ekosistem industri kesehatan.

Persaingan dinilai tak terelakkan, namun diharapkan berjalan sehat dan pada akhirnya meningkatkan standar layanan kesehatan bagi masyarakat.(*)

ReporterAzis Maulana

SALAM RAMADAN