batampos – Konsul Jenderal Singapura untuk Batam, Gavin Ang, melontarkan pujian atas perkembangan investasi Batam yang dinilai kian progresif. Ia menilai capaian tersebut tak lepas dari kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Pernyataan itu disampaikan Gavin saat menerima kunjungan kerja Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, di Kantor Konjen Singapura yang berlokasi di Wyndham Panbil Batam, Kamis (19/2) pagi.
Menurut Gavin, perubahan pendekatan pelayanan investasi di BP Batam menjadi faktor kunci. Lembaga tersebut kini dinilai lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada solusi. Transformasi ini menunjukkan pergeseran peran dari sekadar regulator menjadi fasilitator aktif yang menciptakan iklim usaha lebih ramah bagi investor.
BP Batam juga dianggap semakin proaktif membantu penyelesaian kendala proyek serta memberi dukungan langsung kepada pelaku usaha. Hal itu memperkuat persepsi kepastian layanan dan kemudahan berinvestasi di Batam.
“Pendekatan ini sangat berbeda dan disambut positif oleh para investor,” ujar Gavin. Ia menilai langkah tersebut menjadi sinyal kuat bagi investor global bahwa Batam layak diperhitungkan sebagai gerbang strategis ekonomi regional.
Sementara itu, Fary Francis menegaskan kunjungannya bertujuan mempererat kemitraan yang sudah terjalin. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Konjen Singapura. Sepanjang 2025, realisasi investasi Singapura di Batam tercatat sebagai yang terbesar.
“Kami merasakan hubungan kemitraan dengan Konjen Singapura menjadi kekuatan penting bagi BP Batam. Terima kasih atas dukungan yang diberikan,” kata Fary.
Ia memastikan BP Batam akan terus memperkuat tata kelola perizinan yang transparan dan efisien, sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri. Berbagai inovasi pun telah dijalankan, mulai dari dashboard monitoring real-time, klinik investasi, duta investasi, hingga aplikasi Mantab.
Langkah tersebut, lanjut Fary, merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar Batam menjadi role model kawasan ramah investasi.
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Investasi Dendi Gustinandar dan Direktur Pengembangan KPBPBB dan KEK Irfan Syakir. (*)



