Selasa, 17 Maret 2026

Pria Berumur 24 Tahun Ditemukan Tergantung di Kamar Rumah, Polisi Selidiki Penyebannya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi orang tergantung. f Istimewa

batampos – Seorang pria berinisial AR (24) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di kawasan Bengkong Mahkota, Bengkong Laut, Kota Batam, Sabtu (14/3) malam. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung, sementara polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh ibu korban yang pulang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Saat tiba di rumah, ibu korban mendapati kamar anaknya dalam keadaan tertutup rapat seperti biasa sehingga tidak menaruh kecurigaan.
Sekitar pukul 23.00 WIB, istri korban juga pulang ke rumah dan menanyakan keberadaan suaminya kepada ibu korban. Karena tidak melihat korban keluar kamar, sang istri kemudian mencoba menghubungi ponsel korban. Namun panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.

Merasa curiga, istri korban kemudian mendatangi kamar dan mencoba mengetuk pintu sambil memanggil korban. Namun tidak ada respon dari dalam kamar. Setelah beberapa kali dipanggil tanpa jawaban, pintu kamar akhirnya didobrak oleh keluarga.
Saat pintu terbuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar. Ibu korban berupaya mengangkat tubuh korban, sementara istri korban memotong tali yang digunakan. Namun saat diperiksa, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama berselang, personel Polsek Bengkong tiba di lokasi dan langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Identifikasi Satreskrim atau Inafis Polresta Barelang kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan awal terhadap tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan selain bekas jeratan di bagian leher.
“Benar ada insiden tersebut. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan luka lain pada tubuh korban, selain jeratan di leher,” ujar Apriadi saat dikonfirmasi, Minggu (15/3).

Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Namun dalam kesehariannya korban disebut kerap terlibat pertengkaran dengan istrinya. Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Sementara itu pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan meminta agar jenazah dipulangkan untuk dimakamkan.
“Siang ini jenazah sudah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai permintaan keluarga,” tutup Apriadi.(*)

SALAM RAMADAN