
batampos – Kenaikan harga tiket ferry internasional rute Batam menuju Malaysia kembali mendapat penjelasan. Operator pelayaran, Sindo Ferry, resmi memberlakukan biaya tambahan bahan bakar atau Temporary Fuel Surcharge (TFS) sejak 12 Maret 2026.
Kebijakan ini diambil menyusul kenaikan harga bahan bakar di pasar global yang dinilai cukup signifikan dan berdampak langsung pada operasional transportasi laut.
Dalam pengumuman resmi melalui surat yang dipantau Batam Pos di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada Selasa (7/4) siang, dalam surat tersebut manajemen Sindo Ferry menyampaikan bahwa biaya tambahan dikenakan kepada seluruh penumpang di setiap rute perjalanan.
Untuk keberangkatan dari pelabuhan di Indonesia, seperti Batam, Tanjung Pinang, dan Tanjung Balai, penumpang dikenakan tambahan sebesar Rp65 ribu per orang untuk sekali perjalanan.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Sejumlah Warga Mulai Menunda Perjalanan
Sementara untuk keberangkatan dari Singapura, biaya tambahan sebesar 6 dolar Singapura per penumpang.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga bahan bakar global dan melakukan penyesuaian lebih lanjut apabila kondisi pasar telah kembali stabil,” tulis manajemen Sindo Ferry dalam keterangan resminya.
Pihak operator juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, sekaligus mengapresiasi dukungan pelanggan terhadap layanan mereka.
Kebijakan ini sekaligus menjawab keluhan masyarakat Batam yang sebelumnya mengaku terbebani dengan lonjakan harga tiket ferry ke Malaysia dalam beberapa waktu terakhir.
Seperti diberitakan sebelumnya, harga tiket Batam–Malaysia mengalami kenaikan cukup tajam. Salah seorang warga Batam, Nike, menyebut harga tiket pp kini mencapai sekitar Rp715 ribu, termasuk penyesuaian biaya bahan bakar dan pajak.
Tak hanya itu, saat perjalanan pulang dari Johor ke Batam, penumpang juga dikenakan tambahan biaya yang meningkat dari sebelumnya sekitar RM23 menjadi RM35.
Baca Juga: Polda Kepri Pastikan Distribusi BBM Lancar dan Antisipasi Penyimpangan
Jika ditotal, biaya perjalanan pulang-pergi (PP) kini bisa mencapai sekitar Rp867 ribu per orang. Angka ini dinilai cukup memberatkan, bahkan hampir menyamai biaya perjalanan ke Singapura.
“Kalau ditotal sekarang mahal sekali dibanding sebelumnya,” ujar Nike.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Adit. Ia menilai kenaikan harga tersebut membuat perjalanan ke Malaysia tidak lagi menjadi pilihan ekonomis.
“Dulu jelas lebih murah ke Malaysia, makanya banyak yang pilih ke sana. Sekarang malah terasa hampir sama,” katanya.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian ke Malaysia, khususnya bagi warga Batam yang selama ini menjadikan Johor sebagai destinasi belanja maupun wisata singkat.
Seiring dengan kenaikan biaya ini, sejumlah warga mulai mempertimbangkan ulang tujuan perjalanan ke luar negeri.
Jika sebelumnya Malaysia dikenal sebagai opsi lebih terjangkau dibanding Singapura, kini selisih harga semakin tipis, bahkan cenderung lebih mahal.(*)



