Rabu, 20 Mei 2026

Final Piala Wali Kota Batam Berujung Ricuh, Diskominfo Sebut Fanatisme Berlebihan

spot_img

Berita Terkait

Ilustrasi suasana ricuh final Bola Volly Piala Wali Kota Batam antara tim BP Batam vs PGRI di GOR TIban, Minggu (12/5) malam. Foto: chatGpt

batampos – Final Turnamen Bola Voli Piala Wali Kota Batam yang digelar di Lapangan Olahraga Abdul Jafar, Tiban Center, Minggu malam, 17 Mei 2026, berakhir ricuh. Laga puncak antara tim BP Batam melawan PGRI Batam yang semestinya menjadi ajang sportivitas justru berubah menjadi keributan antarsuporter di hadapan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Insiden itu memicu sorotan publik karena kedua tim yang bertanding membawa nama institusi di bawah kepemimpinan Amsakar.

Kericuhan yang terjadi dalam turnamen bertajuk Piala Wali Kota Batam tersebut dinilai mencoreng semangat olahraga dan budaya sportif yang selama ini digaungkan pemerintah daerah.

Baca Juga: Mafia K3 Picu Laka Kerja

Situasi memanas ketika sejumlah penonton di tribun terlibat aksi saling lempar botol air mineral. Ketegangan dengan cepat meluas hingga aparat keamanan terpaksa mengevakuasi Amsakar Achmad beserta istrinya dari arena pertandingan demi alasan keamanan.

Sorotan publik juga mengarah pada citra institusi pemerintah yang dinilai seharusnya menjadi teladan dalam menjunjung sportivitas. Masyarakat menilai pertandingan antarlembaga pemerintah semestinya menjadi ruang pembinaan atlet dan persaudaraan, bukan mempertontonkan suasana panas di depan publik.

Kericuhan tersebut dinilai mencederai marwah turnamen yang membawa nama kepala daerah. Di media sosial, sejumlah warga bahkan mempertanyakan bagaimana instansi pemerintah yang berada di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam justru terlibat dalam atmosfer pertandingan yang berujung ricuh.

Menanggapi insiden itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengakui keributan dipicu fanatisme berlebihan dari masing-masing pendukung tim.

“Fanatisme berlebihan dari masing-masing supporter kepada tim kebanggaan mereka yang menyebabkan hal tersebut,” kata Rudi saat dikonfirmasi pada Senin, (18/5).

Baca Juga: Danus Tower Diresmikan, Bank Danus Tegaskan Posisi BPR No 1 di Kepri

Menurut dia, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan event olahraga berikutnya, terutama pertandingan yang melibatkan tim dengan basis pendukung besar.

Rudi menegaskan pentingnya menjaga sportivitas dan kebersamaan dalam setiap pertandingan olahraga. “Ke depannya, mari kita budayakan berolahraga secara sportif dan menjunjung tinggi kebersamaan dengan tidak merendahkan siapa pun dan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap penyelenggaraan event olahraga harus dibarengi evaluasi menyeluruh agar pembinaan atlet dapat berjalan baik dan menghasilkan prestasi bagi Kota Batam.

“Setiap perhelatan olahraga harus dibarengi dengan evaluasi penyelenggaraan, sehingga bibit-bibit atlet yang terpilih melalui event olahraga dari berbagai level dapat membawa harum nama Kota Batam,” kata Rudi. (*)

ReporterAzis Maulana
spot_img

UPDATE

Play sound