Rabu, 3 Juni 2026

Direct Call Internasional TPK Batu Ampar Melonjak 212 Persen, Volume Peti Kemas Tembus 58 Ribu TEUs

spot_img

Berita Terkait

batampos – Kinerja layanan pelayaran langsung internasional (direct call) di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar, Batam, menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas menjadi indikator menguatnya posisi Batam sebagai simpul logistik dan perdagangan internasional di kawasan Selat Malaka.

Berdasarkan data operasional Batu Ampar Container Terminal, jumlah direct call internasional selama Januari-Mei 2026 mencapai 106 call. Angka tersebut meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 34 call.

Pertumbuhan juga terjadi pada volume peti kemas. Hingga akhir Mei 2026, total volume peti kemas yang dilayani melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, atau naik 125 persen dibandingkan capaian Januari-Mei 2025 yang sebanyak 25.904 TEUs.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya saing pelabuhan Batam dalam mendukung arus perdagangan internasional dan konektivitas logistik kawasan.

Menurut Denny, jaringan direct call internasional TPK Batu Ampar kini telah terhubung dengan sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Kondisi ini dinilai penting untuk meningkatkan kelancaran rantai pasok sekaligus memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global.

“Jaringan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah menjangkau sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Konektivitas ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelancaran rantai pasok dan memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global,” ujar Denny di Batam Centre, Selasa (2/6).

Ia menegaskan BP Batam bersama mitra pengelola akan terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan melalui pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, serta perluasan kerja sama dengan perusahaan pelayaran internasional guna membuka rute-rute baru.

Menurutnya, pertumbuhan direct call dari sisi kunjungan kapal maupun volume peti kemas semakin menegaskan peran strategis TPK Batu Ampar sebagai gerbang logistik internasional dan pusat distribusi perdagangan di kawasan Selat Malaka.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas yang tersedia di TPK Batu Ampar.

“Peningkatan frekuensi layanan dan volume peti kemas direct call menjadi indikator bahwa berbagai upaya peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan BP Batam telah berjalan pada arah yang tepat,” kata Benny.

Didukung Masuknya Pelayaran Baru

Benny menjelaskan, pertumbuhan direct call internasional tidak hanya didorong oleh peningkatan frekuensi layanan dari pelayaran yang sudah beroperasi, tetapi juga kehadiran operator baru.

Pada Januari-Mei 2025, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar hanya dilayani oleh SITC dan Evergreen. Namun pada periode yang sama tahun 2026, jaringan tersebut bertambah dengan bergabungnya Samudera dan COSCO Shipping.

Rincian layanan direct call internasional selama Januari-Mei 2026 meliputi:

  • SITC: 55 call dengan volume 32.266 TEUs.
  • Evergreen: 30 call dengan volume 14.792 TEUs.
  • Samudera: 11 call dengan volume 7.103 TEUs.
  • COSCO Shipping: 10 call dengan volume 4.077 TEUs.

Menurut Benny, bertambahnya layanan pelayaran internasional memberikan lebih banyak pilihan konektivitas bagi pelaku usaha serta meningkatkan efisiensi distribusi barang ekspor dan impor.

“Semakin banyaknya pelayaran yang membuka layanan direct call ke Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha karena dapat mempersingkat waktu pengiriman, meningkatkan kepastian jadwal, serta menekan biaya logistik,” ujarnya.

Terhubung Langsung ke Berbagai Pelabuhan Asia

Saat ini, layanan direct call internasional TPK Batu Ampar telah terhubung langsung dengan sejumlah pelabuhan utama di Asia, antara lain Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou di China; Haiphong dan Ho Chi Minh City di Vietnam; Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, serta Kuching di Malaysia; Singapura; Laem Chabang di Thailand; Sihanoukville di Kamboja; dan Yangon di Myanmar.

Konektivitas tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional yang mendukung aktivitas perdagangan, industri, dan investasi di Indonesia bagian barat. (*)

spot_img

UPDATE

Play sound