
batampos – Sejumlah warga di Batam mempertanyakan tidak lagi ditemukannya susu dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima para siswa dalam beberapa waktu terakhir.
Salah seorang warga Batuampar, Ira, mengaku heran karena susu yang sebelumnya cukup sering dibagikan kepada siswa kini sudah jarang, bahkan tidak lagi terlihat dalam paket makanan yang diterima anak-anak di sekolah.
“Kenapa sekarang MBG tidak ada susunya lagi ya? Dulu biasanya ada,” ujar Ira, Selasa (9/6).
Pertanyaan serupa juga disampaikan Dian, warga lainnya. Ia menilai keberadaan susu dalam program tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
“Apa memang sekarang sudah tidak ditekankan lagi harus ada susu? Biasanya ada dan sangat membantu protein anak-anak. Kalau ada susu tentu lebih bagus,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, menjelaskan bahwa susu bukan merupakan komponen wajib yang harus selalu tersedia dalam setiap menu MBG.
Menurutnya, penyusunan menu mengacu pada pedoman gizi seimbang dan konsep “Isi Piringku” yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.
“Pada prinsipnya susu bukan menjadi hal yang wajib dalam menu MBG. Acuannya adalah pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan,” ujar Defri.
Ia menjelaskan, apabila susu tersedia, maka dapat dimasukkan ke dalam menu sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Namun jika tidak tersedia, kebutuhan protein tetap dapat dipenuhi melalui bahan pangan lainnya.
“Jika tersedia susu, boleh digunakan dua sampai tiga kali seminggu. Jika tidak tersedia, dapat diganti dengan sumber protein lain yang memiliki nilai gizi setara,” jelasnya.
Defri menambahkan, tujuan utama Program MBG adalah memastikan peserta didik mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, bukan terpaku pada satu jenis bahan makanan tertentu.
Karena itu, menu yang disajikan dapat bervariasi sesuai ketersediaan bahan pangan dan perencanaan gizi yang telah disusun oleh tim ahli gizi di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Yang terpenting adalah kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, baik dari protein hewani, nabati, sayuran, buah maupun sumber energi lainnya sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Program MBG sendiri saat ini terus berjalan di sejumlah sekolah di Batam dengan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan SPPG untuk memastikan kualitas serta kecukupan gizi makanan yang diberikan kepada para siswa.(*)

