Jumat, 3 Juli 2026

Pemerhati Anak Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembuangan Bayi di Batam

Berita Terkait

ilustrasi jasad bayi. f istimewa

batampos – Kasus pembuangan bayi kembali mengguncang Kota Batam. Terbaru, jasad bayi laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan terowongan Pelita, Jalan Yos Sudarso, Minggu (28/6). Peristiwa itu menambah daftar panjang kasus serupa yang hampir setiap tahun terjadi di Batam.

Aktivis Pemerhati Anak Kepulauan Riau, Erry Syahrial, menilai tingginya kasus pembuangan bayi di Batam tidak terlepas dari persoalan pergaulan bebas yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut hak hidup seorang anak.

“Batam memang rentan dengan kasus seperti ini. Hampir setiap tahun selalu ada kasus pembuangan bayi. Ini menjadi alarm bahwa persoalan sosial yang melatarbelakanginya harus segera ditangani,” ujar Erry, Kamis (2/7).

Baca Juga: Geger Pagi di Sagulung, Pria Ditemukan Tergantung di Simpang Taman Cipta Asri

Ia mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penemuan jasad bayi tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa itu, termasuk pria yang sempat diamankan polisi.

“Kasus ini harus diungkap sampai tuntas. Kalau tidak, peristiwa serupa bisa kembali terulang. Ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Menghilangkan nyawa seorang anak adalah bentuk pelanggaran yang sangat serius,” tegasnya.

Erry menilai pembuangan bayi hingga mengakibatkan kematian pada hakikatnya tidak berbeda dengan tindak pidana pembunuhan. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang yang wajib dilindungi oleh negara.

“Negara berkewajiban memastikan setiap anak dapat hidup. Sebagai manusia beradab, kita harus menghargai setiap nyawa dan kehidupan. Jangan sampai ada anak yang dirampas hak hidupnya,” katanya.

Baca Juga: Developer Sebut Jalan Perumahan Gesya ROW Milik Pemerintah

Ia berharap pengungkapan kasus tersebut tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menimbulkan efek jera bagi pelaku serta menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera kepada pelaku. Di sisi lain, ini juga harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap perlindungan anak dan mencegah kejadian serupa terulang,” tutupnya. (*)

UPDATE